Aksi Heroik Berujung Duka, Brigadir Arya Supena Gugur Ditembak Pelaku Curanmor di Jalan ZA Pagaralam

Bandar Lampung | KLIK LAMPUNG— Aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandar Lampung berujung maut. Seorang anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung, Brigadir Arya Supena, tewas setelah ditembak pelaku curanmor saat berupaya menggagalkan kejahatan tersebut, Sabtu (9/5) pagi.

Peristiwa itu terjadi di depan sebuah toko roti di Jalan ZA Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian, Brigadir Arya diketahui baru saja pulang setelah menjalani piket dan singgah ke lokasi menggunakan sepeda motor.

Di area parkir toko, korban memergoki dua pria yang diduga tengah berusaha membobol sepeda motor Honda Beat milik karyawan toko. Korban kemudian menegur para pelaku. Namun, situasi mendadak berubah tegang.

Salah satu pelaku diduga langsung mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. Peluru mengenai bagian kepala Brigadir Arya hingga membuatnya terjatuh bersimbah darah di lokasi kejadian.

Usai melakukan penembakan, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Senjata api yang sempat terjatuh kembali diambil oleh pelaku sebelum kabur sambil menodongkan senjata ke arah warga sekitar.

Warga yang menyaksikan kejadian itu segera melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Brigadir Arya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di bagian belakang kepala.

Pascakejadian, polisi memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti turut diamankan, mulai dari kunci T yang diduga milik pelaku, sepeda motor sasaran pencurian, telepon genggam korban, hingga sepeda motor yang digunakan Brigadir Arya.

Kapolda Lampung menyebut penembakan terjadi saat korban memergoki aksi curanmor usai berdinas. Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku diduga berjumlah dua orang. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Saat ini, Polda Lampung telah membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku. Jenis senjata api dan peluru yang digunakan masih didalami melalui pemeriksaan forensik. Sementara itu, jenazah Brigadir Arya Supena masih menjalani proses autopsi sebelum diserahkan kepada keluarga. (Tem)

0 Komentar