Warga Terlantar Kebun Tebu Dirawat LKSA Srikandi Lamteng
Liwa (Netizenku.com): Mat Yasin, Warga terlantar asal Pekon Muara Jaya I Kecamatan Kebun Tebu, setelah beberapa hari mendapat perawatan di RSUD Alimudin Umar, Lampung Barat, saat ini sudah pulih dan sudah diantar petugas dari Dinas Sosial setempat ke LKSA Srikandi Lampung Tengah.

Dikatakan Sekretaris Dinas Sosial Lampung Barat, Danang Hari Suseno, Mat Yasin masuk kategori terlantar karena selama ini tinggal sendirian, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang bersangkutan membantu membersihkan kebun milik warga, atau pemberian warga setempat.

“Selama ini pak Mat Yasin, hidup sebatang kara, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hanya mengandalkan hasil upahan atau pemberian tetangga, maka untuk hidup di masa tuanya lebih baik, beliau (Mat Yasin) bersedia tinggal di panti LKSA Srikandi Lampung Tengah,” jelas Danang, Rabu (25/9).

Menurut Danang, akibat kecelakaan beberapa waktu lalu, Mat Yasin dirawat di Puskesmas Kebun Tebu, selanjutnya beberapa hari terakhir sebelum diantarkan ke Panti LKSA Srikandi, difasilitasi Dinas Sosial mendapat perawatan di RSUD Alimudin Umar.

“Sesuai permintaan Panti LKSA Srikandi, mereka mau merawat dengan gratis apabila dalam kondisi sehat, maka baru kita antarkan hari ini Rabu (25/9), setelah beberapa hari mendapat perawatan di rumah sakit, dan Alhamdulillah setelah dinyatakan sehat, langsung diantar oleh petugas kami,” ujarnya.

Danang berharap apabila masyarakat mengetahui ada warga Lampung Barat yang terlantar untuk disampaikan kepada Dinas Sosial. Menurut dia sesuai dengan moto Dinas Sosial Lampung Barat “CERIA” (Cepat, Efisien, Efektif, Ramah dan Ikhlas), akan melakukan reaksi cepat dalam penanganan. (Iwan)

“Kalau disekitar kita ada orang Lanjut Usia (Lansia), hidup sebatang kara, tidak punya tempat tinggal dan pekerjaan tetap, sampaikan ke Dinas Sosial, insya Allah akan kita carikan jalan, supaya hidup dimasa tua mereka lebih baik,” harap Danang.

Terkait dari mana dana perawatan selama di LKSA Srikandi, kata Danang pihak yayasan tidak meminta dana baik untuk tinggal maupun untuk kebutuhan hidup, hanya saja LKSA Srikandi menerima apabila ada donatur yang akan memberikan sumbangan.

“Karena yang kita titipkan adalah orang yang tidak mampu, maka mereka tidak mengenakan biaya, tetapi mereka siap menerima sumbangan dari para donatur, dan harapan kami setelah berada di panti pak Mat Yasin akan betah, karena kami meyakini hidupnya akan lebih terjamin apabila ada yang merawat,” tandas Danang. (Iwan)