Virus Corona Mulai Merebak, MUI Ajak Umat Muslim Jaga Salat, Perbanyak Doa dan Istighfar
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Khairuddin Tahmid mengeluarkan lima maklumat, Sabtu (15/3/2020).

Maklumat terkait kondisi terkini pandemik virus Corona (Covid-19) yang telah terdeteksi penyebarannya ke Indonesia,

Untuk kemaslahatan bersama, MUI Lamung mengajak Umat Islam melakukan lima langkah.

Pertama mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa berdo`a dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjaga salat 5 waktu serta memperbanyak taubat dan mohon ampun agar terhindar dari musibah ini.

Selain itu, juga meninggalkan perilaku dzalim dan permusuhan karena bisa jadi musibah ini adalah cara Allah agar manusia semakin mendekatkan diri kepada- Nya.

• Doa yang Diajarkan Rasulullah Agar Terhindar dari Wabah Penyakit Berbahaya, dan Tetap Jaga Wudhu

• VIDEO Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Positif Virus Corona

• Ernest Prakasa Kritik Cara Jokowi Tangani Virus Corona, Tidak Ada Buzzer yang Menyelamatkan Jokowi

"Kedua mengajak umat Islam untuk berwudlu dan bersuci dengan benar dan sempurna serta mencuci kedua tangan secara lebih ekstra menggunakan sabun agar selalu terjaga kebersihannya.

Karena cara tersebut diyakini dapat menjadi menangkal penularan virus Corona (Covid-19)," kata Khoiruddin, melaui rilis kepada tribun Lampung, Sabtu (15/3/2019).

Ketiga, MUI mengajak kepada umat Islam agar senantiasa teguh pada pola hidup Islami dengan makanan, minuman, pakaian dan muamalah demi meraih ridho dan perlindungan Allah SWT sesuai firman-Nya dalam al-

Qur`an Surat Al Baqarah 168 yang artinya: _Wahai manusia, makanlah apa yang Kami ciptakan di bumi dari segala yang halal yang tidak Kami haramkan dan yang baik-baik.

Keempat, menghimbau seluruh elemen masyarakat tetap tenang, bersatu, mengedepankan sikap saling membantu, jangan saling menyalahkan/berbantahan.

Kemudian tidak menyebarkan berita/informasi hoax atau belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama melakukan ikhtiar/upaya untuk menangkal dan meminimalkan potensi penyebaran virus corona (Covid-19) tersebut.

"Terakhir berbaik sangka dan percaya sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah serta mendukung upaya-upaya terkait pencegahan dan penanganan penyebarluasan virus corona (Covid-19) di Indonesia," tutupnya

Update Virus Corona

Akhir pekan ini, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia bertambah 27 kasus, menjadi 96 pasien. Sedangkan di seluruh dunia, angka infeksi Covid-19 mencapai 147.960 kasus di 149 negara.

Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3/2020) siang mencapai 96 kasus.

Dalam sehari, kasus Covid-19 bertambah 27 kasus. Dari total 96 kasus positif virus corona di Indonesia, delapan pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

"Ini didapatkan dari tracking yang kita kerjakan secara masif," kata Yuri di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu. Yuri juga mengumumkan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia, kembali bertambah dan total saat ini ada 5 pasien meninggal akibat infeksi virus ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan pandemi virus corona, menyusul penyebaran SARS-CoV-2 yang semakin meluas di sejumlah negara di dunia.

Drive-thru tes virus corona di Amerika Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengumumkan darurat nasional virus corona, Jumat (13/3/2020) waktu setempat.

Melansir New York Post, Trump mendeklarasikan "darurat nasional" dan membebaskan sumber daya federal untuk memerangi virus corona. Guna mengurangi meluasnya penyebaran virus, pemerintah AS akan melakukan Drive-thru tes virus corona.

Pemerintah negara bagian New York membuka Drive-thru test virus corona ini New Rochelle, di kota Westchester County dengan kelompok kasus Covid-19 tertinggi di Amerika Serikat.

Negara itu mengikuti jejak para pejabat kesehatan di tempat lain seperti Korea Selatan dan Jerman yang telah mencari cara untuk lebih cepat mengkonfirmasi kasus dan melacak penyebaran virus corona.

Eropa pusat pandemi virus corona Hingga saat ini, jumlah infeksi terus bertambah di sejumlah negara, termasuk di Eropa.

Bahkan, menurut WHO, Benua Biru ini sekarang menjadi pusat pandemi virus corona global, seperti dilansir dari BBC.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak negara-negara untuk menggunakan langkah-langkah agresif, mobilisasi masyarakat dan jarak sosial untuk menyelamatkan nyawa.

"Jangan biarkan api (penyebaran virus corona) ini menyala," kata Tedros.


Komentar itu muncul ketika sejumlah negara di Eropa melaporkan peningkatan tajam infeksi dan kematian akibat Covid-19. Italia telah mencatat jumlah korbar harian tertinggi, dengan 250 kemarian yang tercatat selama 24 jam terakhir. Total infeksi virus corona di Italia telah mencapai 17.660 kasus dan 1.266 kasus kematian.

Lompatan Covid-19 yang cukup tajam juga terjadi di Swiss, dengan jumlah kasus baru dalam sehari mencapai 234 kasus baru terinfeksi virus.

Total pasien virus ini di Swiss mencapai 1.373 pasien. Baca juga: Pandemi Virus Corona, Bagaimana Indonesia

Bersikap Hadapi Covid-19? Negara-negara di Eropa lainnya yang juga mencatatkan angka kenaikan infeksi virus corona juga terjadi di Spanyol.

Jerman dan Perancis. Spanyol, negara Eropa yang terkena dampak buruk setelah Italia, melaporkan lonjakan kematian akibat Covid-19 hingga 50 persen dengan angka 133 pasien tewas, dan total infeksi 5.232 kasus. (Artikel ini telah tayang di Kompas.com)