VIDEO Kekerasan Anak, KPAI Jelaskan Video Disebar Nikita Mirzani, Terjadi di Ponpes Lampung
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengakui kebenaran dari video kekerasan anak di sebuah pesantren yang dibagikan oleh artis Nikita Mirzani.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengakui kebenaran dari Video kekerasan anak di sebuah pesantren yang dibagikan oleh artis Nikita Mirzani.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan jika kejadian itu terjadi di Pondok Pesantren Darul Huffaz, Lampung.

“Video viral yang tadi pagi terjadi di Pesantren Darul Huffaz Lampung,” kata Sitti Hikmawatty saat dimintai klarifikasi lewat pesan singkat, Senin (23/9/2019) malam.

Sitti Hikmawatty menjelaskan jika kejadian itu terjadi tahun lalu dan sudah ditangani oleh pihak berwajib.

• KPI TEGUR Kartun Spongebob dan Promo Film Gundala, Aktor Lukman Sardi Langsung Berikan Komentar

“Kejadian terjadi pada 30 Mei 2018 dan sudah ditangani polisi pada 2 Juni 2018,” kata Sitti Hikmawatty.

Sitti Hikmawatty menjelaskan kejadian itu menimpa 10 anak laki-laki yang juga berstatus sebagai santri di Pondok Pesantren Darul Huffaz tersebut.

“Ada 10 anak santri jadi sasaran penganiayaan kakak kelas sebagai obyek boneka samsak mereka meniru game latihan,” kata Sitty.

Melengkapi keterangan itu, Sitty juga melampirkan sebuah video Youtube yang berisi berita kronologi aksi kekerasan tersebut.

Di dalam video, beberapa anak mengalami luka-luka di tubuh karena kekerasan yang diterima oleh temannya.

• Inilah Sosok Ketua BEM UI yang Viral Karena Sebut DPR RI Sebagai Dewan Penghianat Rakyat

Satu diantaranya mengaku jika ia pernah dibenturkan ke dinding oleh kakak kelasnya itu.

“Kita diam saja, dia tiba-tiba langsung mukul,” kata seorang korban.

Di tayangan Youtube itu, pihak MTS Darul Hufadz buka suara terkait hal itu.

• VIDEO Viral: Nikita Mirzani Meradang Lihat Anak Pesantren Dipukuli, Ingin Ketemu Pelaku Pelonco

Mereka menjelaskan jika kekerasan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Anak bersangkutan sudah dikeluarkan dari Pondok Pesantren, masalah itu juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kepala MTS Darul Huffaz, Marwan.

Diketahui letak Pondok Pesantren itu berada di Bernung, Gedongtataan, Pesawaran, Lampung.

VIDEO

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Artis Nikita Mirzani meradang dengan video kekerasan anak yang diduga terjadi di sebuah pesantren.

Dalam video terlihat, si kakak senior memukul dan menendang sejumlah santri.

Artis Nikita Mirzani meradang dengan video kekerasan anak yang disebut terjadi di pesantren.

Nikita Mirzani mengaku ingin bertemu dengan anak yang memperlonco adik kelasnya secara fisik.

Video kekerasan anak di sebuah pesantren itu viral di media sosiakl (medsos).

Lewat akun Instagramnya @nikitamirzanimawardi_ membagikan sebuah video kekerasan yang diterima belasan anak laki-laki.

Di dalam sebuah ruangan, belasan anak laki-laki itu menerima pukulan serta tendangan dari seorang anak lain.

Anak yang melakukan kekerasan itu berkeliling untuk memukuli dan menendang satu persatu anak-anak di ruangan itu.

Melihat kejadian itu Nikita ingin informasi lebih lanjut soal lokasi pasti video diambil.


“Siapapun yang tau dimana ini kejadian nya. Tolong kasih tau saya,” kata Nikita Senin (23/9/2019).

Ia hanya mendapatkan informasi kejadian itu terjadi di sebuah pondok pesantren.

Artis yang mengirimkan anaknya bersekolah di sebuah pesantren itu mengaku resah dengan kejadian itu.

“Saya paling gak suka yang begini-beginian,” kata Nikita.

Niki mengaku ingin bertemu dengan oknum anak kecil yang melakukan tindak kekerasan kepada belasan anak-anak.

“Pengen ketemu sama anak yang nonjok, nendang sama gamparin murid-murid yang cuma hanya bisa diam dan pasrah di pukulin seperti itu.. please info yah. Makasih,” jelas Niki.

Penyanyi yang juga seorang ibu Tika Ramlan ikut mengomentari unggahan Niki.

Ia juga miris dengan video yang menunjukan kekerasan yang diterima anak-anak itu.

“Wahhh kesel banget liatnyaa sih kalo anak gua yang digituin Ya Allah..abiss deh tu anak,” tulis mantan personil T2 di kolom komentar.