Terjadi 3 Kecelakaan dalam 24 Jam di Lampung, 5 Korban Tewas di Lokasi Kejadian
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dalam hitungan jam, telah terjadi kecelakaan di tiga tempat berbeda di Lampung sejak Senin malam hingga Selasa (10-11/6/2019) pagi.

Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut lima orang tewas di lokasi kejadian.

Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Kilometer (Km) 28+200 Kalianda pada Senin (11/6/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan kendaraan micro bus Isuzu Elf dengan truk fuso.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang mobil Elf meninggal dunia dan 14 penumpang lain luka-luka.

Ke-14 penumpang ini dilarikan ke RSUD Bob Bazar.

Kecelakaan selanjutnya masih di jalan tol ini. Namun kecelakaan yang kedua terjadi di Km 111.

Kecelakaan ini berawal mobil pikap Carry bermuatan jahe dari Way Kanan ke Bandar Lampung menyeruduk kendaraan yang ada di depannya.

Akibatnya, sopir dan penumpang pikap, tewas di lokasi kejadian.

• Artis Selamat dari Insiden Kecelakaan Lalu Lintas, Ada yang Sebabkan 6 Korban Tewas

Kecelakaan terakhir terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Km 52-53 Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (11/6/2019) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Kecelakaan melibatkan pikap Mitsubishi L300 dengan Mitsubishi Pajero.

Akibatnya sopir pikap dan penumpang tewas.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi Muhammad Kasyfi Mahardika menjelaskan, kecelakaan yang terjadi pada penumpang Isuzu Elf berawal dari mobil tersebut melaju dari arah Kotabaru menuju Pelabuhan Bakauheni.

Mobil berjalan di jalur lambat namun dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), terdapat truk fuso yang sedang berhenti karena mogok di jalur darurat.

Truk ini menghidupkan lampu Hazzard, tetapi tidak memberikan rambu belakang.

“Karena kendaraan Isuzu Elf melaju dengan kecepatan tinggi dan lampu penerangan jalan minim, keberadaan truk fuso tidak terlihat oleh sopir. Kendaraan Isuzu menabrak bagian kanan belakang truk,” terang mantan Kasat Lantas Polres Kota Metro ini, Selasa (11/6/2019).

Isuzu Elf mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan satu penumpangnya meninggal dunia.

Sementara 14 penumpang lain luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara kecelakaan di KM 111, dua korban meninggal dunia dilarikan ke RSUAM.

Informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, mobil pikap sempat hilang kendali sebelum akhirnya menabrak kendaraan di depannya.

Dua orang yang tewas di lokasi kejadian merupakan kenek mobil pikap atas nama Likin dan penumpang mobil Ahmad Mulyadi yang masih berusia 8 tahun.

Selain kedua korban, ada lagi dua korban lain yang mengalami luka-luka. Korban luka-luka ini atas nama Sarwanto dan Ferianto.

Keempat korban merupakan warga Gincing Rebang Tangkas Way Kanan dan masih satu kerabat.

Supriyanto, ayah korban Ahmad Mulyadi serta Ferianto mengaku, syok atas peristiwa yang merenggut nyawa salah satu anaknya.

"Iya masih kerabat, anak saya dua, Ferianto dan Ahmad Mulyadi," jawabnya seraya kebingungan di RSUAM, kemarin.

Jenazah Ahmad dibawa ke RSUAM, sementara sang kakak Ferianto yang luka-luka dilarikan ke RS Medika Natar.

Supriyadi menuturkan, kedua anaknya tersebut hendak ke Metro untuk main ke rumah temannya.


Salah satu kerabat Isugianto mengatakan, kecelakaan lalulintas yang menewaskan kerabatnya terjadi saat kendaraan pikap muatan jahe melintas di JTTS.

"Ke arah Bandar Lampung, tapi kejadian saya gak paham, cuman kata polisi, mobilnya menabrak bagian belakang mobil fuso di jalan tol itu," ucapnya.

Mobil pikap berusaha mendahului fuso yang ada di depannya.

"Tapi belum masuk, nyenggol bagian kanan fuso. Soalnya posisi korban yang meninggal ini ada di sebelah kiri, makanya sampai meninggal, sedangkan dua orang lagi selamat," tutur dia.

Batasi Kecepatan

Kepala cabang JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi besar Hanung Hanindito mengimbau kepada pengguna JTTS agar memperhatikan dan mematuhi batas kecepatan di dalam jalan tol.

"Pastikan ban mobil dalam keadaan baik," tegasnya.

Hanung pun mengatakan, kepada para pengemudi untuk beristirahat jika mengantuk.

"Jika mengantuk agar istirahat di tempat istirahat yang sudah disediakan. Jangan dipaksakan untuk mengemudi, karena micro sleep itu sangat membahayakan," tandasnya.

Sementara kecelakaan lalu lintas di Jalinbar, korban tewas yakni pengemudi Suliyono (40) dan penumpang pikap Asrudin (29).

Keduanya warga Pekon Argopeni Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Tanggamus.

Sementara pengemudi dan penumpang Pajero warga Lampung Timur. Dalam mobil Pajero ini ada lima orang. Kelimanya selamat.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tanggamus AKP Dade Suhairi menjelaskan, kecelakaan maut bermula dari pikap berjalan dari arah Pringsewu menuju Tanggamus.

Diduga pikap melaju dengan kecepatan tinggi.

"Pikup mendahului minibus yang belum diketahui nomor polisinya. Pada saat yang bersamaan datang dari arah berlawanan minibus Pajero. Karena jarak sudah terlalu dekat pikap Mitsubishi L300 tidak dapat menghindar maka terjadilah lakalantas tersebut," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id)