Susan, `Dewi` Penyelamat Kucing Kampung di Bandar Lampung
Yani Dewi Susanti sedang bercengkerama dengan kucing-kucing piaraannya. Lampost.co/Umar Robani

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tidak banyak yang minat memelihara kucing domestik atau biasa dikenal sebagai kucing kampung. Alasannya, tentu karena jenis ini tidak memiliki keunikan dan tak bernilai secara materi. Hal ini, bertolak belakang dengan kucing ras lainnya yang cenderung memiliki harga hingga jutaan rupiah.

Namun, berbeda dengan Yani Dewi Susanti, warga Kemiling, Bandar Lampung. Saat ini ia menampung sekitar 80 ekor kucing kampung. Jumlah itu belum termasuk kitten alias anak kucing.

"Kalau sama yang kitten total sampai seratusan," ungkapnya, Rabu, 13 Oktober 2021.

Kegiatan menampung kucing-kucing tanpa majikan itu telah ia lakukan sejak Desember 2020 lalu. Mulanya, ia menyelamatkan kucing yang ditemukan di kontrakan kecil di daerah Negerisakti, Pesawaran.

"Awalnya saya siapkan tempat di Negerisakti, karena kejauhan, akhirnya pindah ke sini. Alhamdulillah ada bantuan juga dari teman-teman komunitas walaupun sempat menunggak juga bayarnya," kata dia.

Tak sekadar kucing kampung, kucing yang ia tampung juga termasuk yang sedang sakit, mulai dari pincang karena patah tulang hingga kanker.

Kucing-kucing itu ia dapatkan dari laporan warga atau teman-teman komunitas, bahkan sebagian ada yang dari luar Bandar Lampung.

"Ada yang dari laporan teman-teman terus saya jemput, ada yang nemu di jalan," ujarnya.

Mengurus kucing-kucing malang itu sangat menguras waktunya, hingga ia memutuskan berhenti dari tempat kerjanya. Untuk biaya, ia menyisihkan uang belanjanya dan donasi.

Dalam sehari ia menghabiskan uang Rp130 ribu. Menurutnya, biaya itu hanya untuk makanan, belum termasuk pengobatan dan lainnya.

"Pernah kehabisan makanan dan enggak punya uang sama sekali, itu rasanya sedih banget. Donasi juga paling dari teman-teman komunitas dan enggak banyak juga," kata Founder Komunitas Keluarga Kucing Lampung itu.

Salah satu anggota komunitas, Noor Aliyaa menyebut Susan, sapaan karib Yani Dewi Susanti, memiliki tangan ajaib. Hal itu karena hampir semua kucing sakit yang ditampung berhasil sembuh meski dengan pengobatan yang seadanya.

Ia juga menjadi salah satu anggota yang kerap menjadi teman curhat Susan ihwal kucing-kucing yang ditampung.

"Pernah Mbak Susan ini tengah malam menelepon karena ada kucing yang kejang. Pernah juga kehabisan makanan, lalu saya kirim," tuturnya.

Mereka berharap ada donatur yang bisa membantu merawat kucing-kucing malang itu. Sebab selama ini perawatan dilakukan dengan biaya seadanya.

"Memang banyak yang suka dan sayang kucing, tetapi sedikit yang peduli," pungkas dia.

##### EDITOR

Sobih AW Adnan