Soal Pembahasan Israel di DK PBB, Kemlu: Cuma AS yang Tak Setuju
Jakarta

- Kemlu RI menyoroti kecaman AS soal Forum Arria Formula mengenai permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina. Menurut Kemlu RI, hanya AS yang menyatakan forum Arria Formula tidak berguna.

"Kalau kita lihat memang di Arria Formula kemarin hanya satu suara yang beda. bahwa ini isu yang perlu di-

address

ini isu sudah bukan sekadar hukum

aja,

tapi juga ada masalah pelanggaran terhadap HAM. Dan hanya satu yang mengatakan ini percuma

aja

," papar Direktur Jenderal Multilateral Kemlu Febrian Alphyanto Ruddyard saat jumpa pers di Kantin Diplomasi, Kompleks Kemlu, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Febrian juga menceritakan bahwa Arria Formula, yang bertemak "Permukiman dan Pemukim Ilegal Israel: Inti dari Pendudukan, Krisis, Perlindungan, dan Penghalang terhadap Perdamaian", saat itu disiarkan secara langsung. Sehingga warga AS dapat melihat sendiri bahwa hanya negaranya yang memiliki pendapat berbeda dari yang lainnya. Ini juga tujuan dari Indonesia untuk meningkatkan perhatian masyarakat AS terhadap isu ini.

"Jadi, dengan demikian, kita ingin menunjukkan bahwa

you are alone

. Dan banyak negara-negara yang tadinya kita memiliki pandangan yang sama tapi kan, totally nggak. Akhirnya dia sendiri, dia sendiri. Dan target kita bukan hanya negara, target kita kan konstituen, target kita adalah publik domestik negara itu," jelasnya.

Dia juga mengatakan Indonesia berharap setidaknya melalui pertemuan itu AS dapat mempertimbangkan kembali isi dari penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui dokumen bernama `Deal of the Century`. Seharusnya, menurut dia, AS dapat melihat bahwa sikapnya bertentangan dengan mayoritas sehingga usulannya terhadap masalah ini akan sulit diterima.

"Paling tidak message-message ini, yang disampaikan ini, jadi masukan untuk mereka pada saat mereka finalisasi atau membuat Deal of the Century. Berarti, kalau dapat masukan ini, berarti melawan arus.

Chance

-nya untuk diterima itu sudah jauh," sambung Febrian.

Febrian juga mengungkapkan, dalam Arria Formula tersebut, Menlu Palestina, yang juga hadir, pun memberikan penegasan bahwa masalah permukiman ilegal ini harus dimasukkan ke perjanjian penyelesaian konflik kedua negara. Ia menambahkan, pesan Menlu Palestina ini sangat jelas dan tidak bisa diabaikan.

"Pak Menlu Palestina itu

clear ngomong

-nya. Bahwa hal-hal ini harus menjadi bagian dari, kalau ada suatu

peace plan

atau

arrangement

, tidak bisa tidak memasukkan. Itu kan

message

. Kapan lagi kita bisa

message straight forward

kalau bukan pas di Arria formula," imbuhnya.


(rvk/rvk)