Siswi SMP Lampung Tengah Dicabuli Kenalan Facebook di Perkebunan Sawit
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR SURABAYA - Aksi pencabulan kepada anak di bawah umur kembali terjadi di Lampung Tengah, tepatnya di Kecamatan Bandar Surabaya.

Dengan modus memacari anak di bawah umur, pelaku akhirnya berhasil mencabuli korban.

Kejadian itu menimpa TY (14), siswi SMP warga Kampung Rajawali, Kecamatan Bandar Surabaya pada Jumat (12/4) lalu.

Pelaku Gustam (38) warga Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, diduga melakukan aksinya di sebuah perkebunan sawit di Kampung Rajawali.

Kapolsek Seputih Surabaya, Iptu Des Herison mendampingi Kapolres AKBP I Made Rasma, Minggu (14/4) menjelaskan, pelaku diamankan Sabtu (13/4) atau tak sampai 24 jam setelah ia diduga melakukan aksi tidak senonoh terhadap TY.

"Pelaku kami amankan di rumahnya tanpa perlawanan pada Sabtu pagi. Sebelumnya keluarga korban melapor kepada kami bahwasanya anaknya menjadi korban (dugaan) pemerkosaan pelaku," terang Iptu Des Herison.

Des Herison menambahkan, kronologis kejadian pelaku mengajak korban yang akan pergi ke sekolah ke sebuah perkebunan sawit.

Sampai di tempat kejadian perkara, pelaku berbincang-bincang dengan korban.

"Kemudian pelaku mulai menjamah tubuh korban, dan berjanji akan bertanggung jawab jika korban hamil. Setelah itu terjadilah aksi tersebut," ujarnya.

Atas dugaan perbuatan pencabulan anak di bawah umur, tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 Jo Pasal 76E UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

AY ayah korban mengungkapkan, awal mula dugaan rudapaksa yang menimpa anaknya yakni saat TY pulang ke rumah pada siang hari.

Ia kemudian menangis lalu mengeluhkan sakit di areal vitalnya.

"Saat ditanya kenapa, awalnya anak saya hanya diam. Kemudian saat didesak dia mengaku diperkosa oleh seseorang di kebun sawit di Kampung Sidodadi," ujar AY.

Keterangan TY kepadanya AY mengatakan jika anaknya itu mengenal Gustam dari chating di media sosial sekitar lebih kurang satu bulan terakhir.

Atas kejadian yang menimpa TY, ayah korban kemudian melaporkan hal itu ke Mapolsek Seputih Surabaya.

Kenal Lewat Facebook

Pelaku Gustam kepada penyidik kepolisian mengakui perbuatannya melakukan persetubuhan dengan TY.

Ia beralasan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila nanti korban hamil.

"Saya kenal (korban) lebih kurang satu bulan ini dari Facebook. Awalnya kenalan saja, tapi dia merespon dan akhirnya kami sering ketemuan, kadang saya jemput dari sekolah atau di luar jam sekolah," katanya.

Namun begitu, pelaku beralasan aksi menyetubuhi korban baru satu kali ia lakukan.

Saat itu, Gustam mengajak TY berkeliling kampung, lalu kemudian membawanya ke areal perkebunan sawit di Kampung Sidodadi.

• Pria Asal Jawa Timur Cabuli Gadis 14 Tahun Sejak SD Kelas V di Lampung Utara, Nekat ke Rumah Korban

• Terdakwa Pencabulan Anak Dituntut 14 Tahun Penjara

• Pria yang Cabuli Anak Lelaki dengan Modus Cari Rambutan di Gunung Terang Dituntut 14 Tahun Penjara

• Mantan Kepala Desa Cabuli Siswi SMP, Tersangka Pilih Kabur ke Kantor Polisi

Orangtua Harus Peka

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah, Eko Yuono menjelaskan, orangtua harus peka dan tak tinggal diam dengan keberadaan anak di luar rumah.

Ia berharap, para orangtua untuk lebih peka lagi terhadap pergaulan anak mereka.

"Harus dipantau terus dan cari tahu dengan siapa anak-anak bergaul di luar rumah. Jangan sampai kita tahu kabar anak kita ketika di rumah saja. Karena zaman sekarang ini anak-anak mudah menerima informasi melalui media sosial," ujar Eko, Minggu (14/4).


Saat ini pun lanjut Eko, sekolah bukan lagi tempat yang aman bagi anak-anak.

Orangtua juga harus sering memantau anak di media sosial.

Karena sejauh ini banyak pergaulan anak yang tak terkendali di media sosial.

Kasus Lainnya

Remaja perempuan warga Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara diduga telah menjadi budak nafsu setan Zainuri (51), karena diduga telah mencabuli korban sejak masih kelas V Sekolah Dasar.

Tindakan asusila yang dilakukan Zainuri akhirnya terbongkar setelah pada Rabu (10/4) pagi, korban yang kini berusia 14 tahun kembali menjadi korban pencabulan oleh tersangka Zainuri.

Dalam sangkaan yang dituangkan pada laporan polisi tertanggal 11 April 2019, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban di kediaman orang tua korban.

Saat kejadian, pelaku mendatangi rumah orang tua korban yang saat itu dalam keadaan sepi.

Korban yang seorang diri didatangi pelaku dan langsung meremas bagian sensitif tubuh korban.

Tidak sampai di situ, pelaku juga mencabuli korban untuk kesekian kalinya setelah mengiming-imingi korban uang sebesar Rp 50 ribu.

Kapolsek Sungkai Utara AKP Muslikh mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono membenarkan adanya dugaan peristiwa tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur seperti termaktub dalam Pasal 81 dan Pasal 82 UURI nomor 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak.

"Tersangka telah dilaporkan dan saat ini sudah diamankan di Polsek Sungkai Utara," katanya, Sabtu (13/4).

Sita Sejumlah Barang Bukti

Tersangka Zainuri yang merupakan warga Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur diamankan setelah pihak Polsek Sungkai Utara mendapatkan aduan dari orang tua korban.

"Hasil olah TKP ditemukan bukti dan keterangan kuat yang mensinyalir tindakan asusila tersangka," terang Kapolsek Sungkai Utara AKP Muslikh, Sabtu (13/4).

Setelah hasil identifikasi dan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Sungkai Utara, urai AKP Muslikh, tersangka ditangkap saat berada di kediaman orang tuanya yang berada di Dusun Wonorejo, Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara pada Kamis (11/4) lalu.

"Saat ini, tersangka telah ditahan di rutan Polsek Sungkai Utara guna pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Adapun barang bukti yang turut diamankan berupa satu lembar celana panjang warna biru milik korban, satu buah sprei warna kuning, dan satu buah baju kaus warna biru.

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam/Anung Bayuardi)