Pengamat: Agar tidak Diperalat, Siswa Harus Dikenalkan Isu Politik
BANDUNG, (PR).- Selain dilakukan oleh mahasiswa, aksi unjuk rasa juga dilakukan oleh para siswa STM atau SMK, Rabu, 25 September 2019 malam kemarin di depan gedung DPR-MPR RI.

Diberitakan PRFM News, Pengamat Pendidikan Dan Satriana menilai, para siswa yang melakukan aksi lebih banyak pada ikut-ikutan saja. Menurutnya, sedikit dari para siswa tersebut yang memahami substansi tuntutannya.

Dan beranggapan, dengan adanya gejolak keinginan siswa untuk menyuarakan aspirasinya dengan cara unjuk rasa terhadap isu politik, maka sudah saatnya pula para siswa dikenalkan dengan isu-isu tersebut. Akan tetapi yang menjadi catatan, tidak boleh untuk memperalat mereka.

"Ini jadinya harus didekatkan dengan isu-isu politik yang lebih luas, tapi dalam koridor bukan untuk diperalat, tapi memang juga memahami persoalannya," tutur Dan, saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu, 25 September 2019 malam.

Kata Dan, kini sudah saatnya para siswa dilibatkan dalam dialog-dialog politik. Tentunya, ini dilakukan agar para siswa bisa mengerti isu politik agar tidak diperalat oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Kalau tidak dibekali substansi, maka seperti juga terjadi pada kejadian politik seperti di Pemilu, Pilkada, mereka digunakan sebagai alat saja, ini menurut saya yang jauh lebih mengkhawatirkan dari keikutsertaan mereka secara fisik saja," ucapnya.***