Pendidikan Tinggi Lokomotif Peradaban Bangsa
Oleh Prof. Dr. Apridar, S.E, M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan dan Kelautan Universitas Malikussaleh

Pendidikan merupakan salah satu jalan yang sangat efektif untuk mensejahterakan masyarakat. Dimana dengan pendidikan diharapkan akan lahir teknologi dan inovasi baru yang akan membuat hidup lebih mudah dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dengan kalimat lain output dari pendidikan terciptanya berbagai teknologi yang dulunya tidak mungkin dikerjakan sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Apa yang dulunya belum mampu diketahui atau diprediksi dengan adanya teknologi mudah untuk diketahui serta diprediksi.

Teknologi yang ada semakin hari semakin berkembang mulai dari Industri one point zerro samapai sekarang menjadi fourth point zerro dengan penguasaan big data, internet of thing sampai kepada printer tiga dimensi. Sehingga berbagai pekerjaan dapat dikerjakan dengan mudah dalam waktu yang sangat singkat.

Perkembangan teknologi membuat oriantasi serta perilaku dan budaya masyarakat berubah secara signifikan. Perubahan yang terjadi begitu cepat membuat masyarakat dalam bertindak diharuskan untuk berubah pula sebagaimana perubahan zaman yang terjadi. Bagi yang tidak mampu menyesuikan diri dengan perubahan tersebut, maka dipastikan akan tertinggal dan tersisihkan dari pergerakan peradaban dunia.

Suka atau tidak, lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan perubahan secara bertahap dan pasti agar tidak dijauhkan oleh masyarakat. Kalangan muda sekarang yang diistilahkan sebagai kelompok milinial mempunyai kebiasaan yang berubah secara drastis. Dimana mereka tidak pernah jauh dari gejetnya yang selalu terkoneksi dengan internet. Sehingga pola hidup dan berbagai transaksi cenderung dilakukan dengan peralatan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi yang begitu cepat, perlu diimbangi dengan pelaksaan pendidikan tinggi khususnya yang dapat mengikuti perkembangan zaman. Perubahan yang terjadi dengan sangat luar biasa tersebut, harus dapat diimbangi dengan metode pembelajaran yang sejalan dengan perkembangan zaman. Seharusnya perguruan tinggi juga menjadi pelopor utama dalam pembangunan teknologi khusunya pada aktivitas elektronik komersial yang sedang marak-maraknya.

Indonesia yang luas wilayahnya 5.455.675 km2 dan 3.544.744 km2 dimana dua pertiga wilayahnya adalah laut, dipisahkan oleh ribuan pulau sangat penting untuk menyiapkan infrastruktur teknologi informasi. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik, terutama pendidikan tinggi dengan telkom yang notabenya badan usaha milik pemerintah. Kerjasama saling menguatkan dalam peran masing- masing sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa yang lebih hakiki.

Bonus demografi yang terjadi dalam masyarakat kita mesti dapat dimanfaatkan sebagai momentum yang baik untuk peningkatan kesejahteraan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Apabila ini tidak diarahkan pada kegiatan yang positif serta produktif dikhawatirkan akan menjadi beban masyarakat yang sangat luar biasa. Hal tersebut dikarenakan bagaikan dua mata pisau yang saling mengancam. Apabila bonos demografi tersebut tidak dapat diciptakan peluang kerja yang cukup akan menyumbang pengangguran yang merupakan cikal bakal tumbuh berkembangnya penyakit masyarakat. Namun dengan sumber daya manusia yang sudah dipersiapkan secara baik dan benar oleh lembaga pendidikan tinggi khususnya, tentu akan mampu mengolah sumberdaya alam yang ada dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Perguruan tinggi di Indonesia yang sangat variatif dan SDM yang umumnya sangat terbatas mengharuskan lembaga tersebut berkolaborasi antara perguruan tinggi yang berada di kota besar dengan perguruan tinggi yang berada di daerah terpencil. Dengan adanya kolaborasi diharapkan hambatan serta persoalan SDM yang terbatas dapat diminimalisir. Begitu juga terhadap dunia usaha serta pihak pemerintah. Sinergisitas suatu keharusan dalam mengoptimalkan output untuk kesejahteraan masyarakat.

Indonesia yang memiliki jumlah penduduk 267 juta lebih merupakan salah satu persoalan yang mesti dilakukan dengan perencanaan yang baik. Apalagi sekarang ini kita sedang dihadapi pada situasi bonus demografi yang sangat menguntungkan dikarenakan memiliki penduduk yang dominan dengan umur produktif. Apabila salah langkah dalam kebijakan yang dilakukan ditakutkan justru akan menjadi beban sosial penggangguran.

Potensi ini sangat perlu diarahkan pada kegiatan yang produktif, sehingga akan membuat pertumbuhan ekonomi semakin nyata. Lembaga pendidikan hendaknya lebih banyak diarahkan kepada pendidikan vokasi terutama yang menyangkut e-comer. Banyak sekali potensi berbagai bidang yang belum termanfaatkan semestinya dapat diarahkan pada elektronik komersial. Untuk itu pendidikan pada bidang tersebut mestinya lebih diprioritaskan.

Manajemen lembaga pendidikan juga perlu disiapkan yang mendudukung ke arah pengembangan electronic oneline tersebut. Hal ini membuat kerja lebih mudah dan terarah serta dapat dianalisis serta evaluasi dengan lebih baik. Untuk itu penyiapan infrastruktur teknologi informasi suatu keharusan agar dapat memanfaatkan serta melaksanakan berbagai aktivitas dari big data yang ada dihadapan kita.

Untuk mengumpulkan big data diperlukan tindakan yang serius dan nyata agar lembaga pendidikan tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang begitu cepat. Lembaga pendidikan tinggi yang jumlahnya 4.504 kampus baik negeri maupun swasta, merupakan potensi yang mesti dikelola dengan baik dan benar. Bila tidak tentu menjadi persoalan yang sangat serius dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan perguruan tinggi untuk kesejahteraan masyarakat.

Untuk dapat mengoptimalkan peran dari pendidikan tinggi, sangat diperlukan kolaborasi dengan berbagai lembaga lainnya terutama dunia usaha. Apabila perguruan tinggi sudah dapat berkolaborasi dengan dunia usaha, maka karya nyata dari perguruan tinggi sudah dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat.

Program inovasi mesti dilakukan secara serius oleh perguruan tinggi. Bila tidak dapat melahirkan inovasi, tentu akan terasa bagaikan lembaga yang matisuri. Dimana program yang ditawarkan belum memberikan solusi kongkrit terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat. Dengan inovasi diharapkan adanya penyegaran yang dapat mengimbangi perkembangan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat. Invovasi yang terjadi secara kontinyu tentu akan memperlihatkan perkembangan nyata dari lembaga pendidikan yang memang semestinya demikian.

Lembaga pendidikan terutama pendidikan tinggi semestinya menjadi inisiator utama dalam menciptakan inovasi. Dari lembaga tersebut, diharapkan sebagai motor utama perkembangan teknologi di dalam masyarakat supaya hidup lebih mudah.

Tindakan nyata yang mesti dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi adalah penguatan terhadap lembaga penelitian yang merupakan harapan masyarakat terhadap lahirnya inovasi untuk pembangunan peradaban bangsa. Penelitian yang dilakukan secara kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu serta lembaga pendidikan yang berfariatif perlu diberikan apresiasi yang positif. Apalagi kolaborasi tersebut dapat dilibatkan dunia usaha. Sehingga outputnya menjadi karya nyata yang akan dinikmati oleh masyarakat secara umum.

Pengembangan pendidikan tinggi merupakan suatu keharusan agar dapat mengangkat peradaban manusia lebih nyata. Perguruan tinggi semestinya menjadi penyeimbang dalam keragaman masyarakat serta peningkatan ke arah yang lebih baik untuk mempercapat kesejahteraan yang lebih optimal. Perkembangan teknologi hasil temuan dari sivitas akademika seharusnya lebih menonjol dibandingkan sumbangsihnya dalam koreksi sosial terhadap kebijakan pemerintahan.

Kepedulian kalangan kampus sangat diperlukan oleh masyarakat, namun temuan hasil riset yang dapat memperbaiki teknologi kepada yang lebih baik seharusnya lebih menonjol pada pendidikan tinggi. Sehingga atmosfir akademik lebih dominan di kalangan sivitas akademika dalam hal inovasi dibandingkan suasana perdebatan yang lebih cenderung kepada kesan mencari-cari kesalahan pihak lain dan ditakutkan tergelincir pada pergunjingan atau hoax yang memang sangat dilarang.

Era teknologi dan industrialisasi akan mengarah kepada spesialisasi dan kolaborasi teknologi yang seharusnya dilokomotifkan oleh lembaga pendidikan tinggi yang memang lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin banyak temuan dan inovasi teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan tinggi, menjadi tolak ukur terhadap peringkat lembaga sekaligus sebagai peningkatan peradaban dalam masyarakat. Sehingga akademisi yang mumpuni pantas memperoleh derajat yang lebih tinggi karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasainya. Moga lembaga pendidikan tinggi menjadi lokomotif dalam menapaki peradaban yang lebih mulia.