Pembangunan Shopping Center, DPRD dan Pedagang Hearing Pekan Depan
Pembangunan Shopping Center, DPRD dan Pedagang Hearing Pekan Depan

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Senin pekan depan DPRD Metro akan mengundang perwakilan pedagang untuk dengar pendapat seputar rencana pemkot untuk membangun pasar Shopping Center.

"Intinya, kami tidak ingin, pembangunan yang dilakukan justru menyengsarakan para pedagang. Apalagi pasar modern, retail dan sejenisnya yang terus bertumbuh," kata Ketua DPRD Anna Morinda, Rabu (10/7).

Terkait persoalan ini, menurut Anna, DPRD juga mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pembangunan pasar Shopping Center.

"Pasar ini untuk kepentingan publik. Ya hati-hati dong, dalam mengambil kebijakan untuk kepentingan orang banyak. Dan jangan sebut peremajaan, jika cuma gedung yang ada itu dirobohkan terus dibangun ulang, selesai," ujar Anna Morinda.

• Dukung Peremajaan Shopping Center, DPRD: Jangan Gunakan Pihak Ketiga

Dijelaskannya, jika memegang konsep re-development, tujuan penataan dengan cara mengganti sebagian dari atau seluruh kawasan adalah untuk meningkatkan kualitas, kegunaan, kemanfaatan, kapasitas, serta vitalitasnya.

"Sudah dipikirkan belum. Kekuatan bangunannya bakal seperti apa, ramah lingkungan enggak, aman bencana kah, tata letaknya bagaimana, desainnya seperti apa. Jangan bangunan baru, tetapi sistem di dalamnya masih jauh dari kebaruan," imbuhnya.

Pun demikian faktor keamanan, kebersihan, dan kenyamanan apakah akan tetap sama seperti sebelumnya.

"Kalau sama saja, konsep peremajaannya itu dimana. Dan apakah pedagang diajak diskusi soal harga kios. Kan kita tahu, pedagang pasar ini masih dianggap kurang bankable bagi banyak bank," tandasnya.

Ia mengaku, dari pembicaraan terakhir dengan Sekkot Metro terkait peremajaan Shopping Center, pihaknya tidak mempersoalkan jika Pemkot tetap melanjutkan rencana pembangunan tanpa persetujuan dewan.

"Walaupun katanya enggak perlu persetujuan kita (DPRD), karena Permendagri Nomor 19 yang menjadi pegangan eksekutif itu, ya enggak apa-apa. Silakan saja tanpa persetujuan dewan," tandasnya.

Anna menegaskan, DPRD Metro akan terus menjalankan tupoksinya dalam hal pengawasan. Terutama meminta masukan sebanyak-banyaknya soal rencana pendapatan daerah pemerintah.

Deadline 17 Juli

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar atas nama Pemkot Metro Leo Hutabarat membenarkan jika deadline pengosongan terakhir kios di Shopping Center akan dilaksanakan sesuai jadwal.

"Doakan saja, semoga semuanya akan berjalan lancar tanpa hambatan. Itu deadline tetap seperti jadwal, yaitu tanggal 17 Juli 2019 seperti surat yang telah dikirim ke pedagang," ujarnya, seraya mengaku telah mendengar adanya penolakan dari para pedagang.

• Pembagian Kawasan Parkir di Shopping Center Dipertanyakan

Sementara Penasehat Persatuan Pedagang Pertokoan Kota Metro (PPPKM) Gunawan bersama Ketua PPPKM Fahli Arman sebelumnya mengatakan, pihaknya tidak pernah diajak komunikasi dan duduk bersama dengan pemerintah terkait rencana pembangunan Shopping.

Namun, tiba-tiba diminta untuk mengosongkan kios.(dra)