Mahathir: Anwar Ibrahim Bakal Jadi PM Malaysia jika Pakatan Harapan Mendukung Saya
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mahathir Mohamad menyatakan, Anwar Ibrahim bisa saja menjadi Perdana Menteri Malaysia jika koalisi Pakatan Harapan masih mendukungnya.

Dalam tulisan di blog berjudul "Prime Minister", Mahathir menuturkan dia seharusnya mendapatkan dukungan dari 158 anggota parlemen.

Klaim itu diberikan setelah Raja Malaysia Sultan Abdullah bertemu dengan 222 anggota parlemen menyusul "Gerakan Sheraton" pada Februari lalu.

Baca juga: Anwar Ibrahim kepada Mahathir: Saya Akan Ikuti Cara Saya Sendiri

Jika saja 158 dukungan itu dipertahankan, maka Pakatan Harapan masih akan berkuasa, di mana Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia setelah Mahathir mundur.

Namun yang terjadi menurut politisi berjuluk Dr M itu, 92 suara dari Partai Keadilan Rakyat (PKR), Amanah, dan Partai Aksi Demokratik (DAP) merapat ke Anwar.

Akibatnya, Mahathir Mohamad pun hanya mendapatkan 66 suara. "Jadi saya pun kalah. Begitu juga dengan Anwar," ujar Mahathir.

Dilansir The Edge Markets Sabtu (21/11/2020), Mahathir menjabarkan seperti apa "Gerakan Sheraton" yang menjadi cikal bakal krisis politik Malaysia.

Dalam penuturannya, dua politisi Pakatan Harapan, Muhyiddin Yassin dan Azmin Ali, bertemu petinggi oposisi UMNO dan PAS di Hotel Sheraton.

Dalam pertemuan itu, Muhyiddin membawa gerbong Partai Bersatu dan Azmin menyertakan pendukungnya ke dalam aliansi baru, Perikatan Nasional.

Baca juga: Mahathir Sebut Anwar Ibrahim Tak Cocok Jadi PM Malaysia, Ini Sebabnya

Karena itu, Dr M pun memilih mengundurkan diri. Dia menampik kabar bahwa pengunduran dirinya ada kaitannya dengan keinginan Pakatan menunjuk Anwar.