MAHASIWA Hukum UKI Gugat UU Lalu Lintas, Sebut Kenapa Lampu Motor Jokowi Tidak Nyala Tak Ditilang
Mahasiswa Fakultas Hukum UKI ditilang polisi bandingkan dengan Presiden Jokowi naik motor siang hari lampu tidak nyala. Gugat UU Lalin ke MK.

SEORANG mahasiswa hukum UKI gugat UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) gugat UU No 22 tahun 2009 terkait motor wajib nyalakan lampu di siang hari.

Dua mahasiswa gugat UU No 22/2009 ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan.

Eliadi dan Ruben keberatan dengan pasal yang mewajibkan pengendara sepeda motor menyalakan lampu meski siang hari, sebagaimana diatur dalam Pasal 197 ayat (2) dan Pasal 293 ayat (2) UU No 22/2009.

Kedua menggugat UU Lalin ke MK setelah ditangkap polisi saat mengendarai sepeda motor tanpa menyalakan lampu di Jakarta Timur.

Diberitakan Ayo Bandung, bukan tanpa sebab Eliadi mengajukan permohonan, ia merasa dirugikan dengan pasal tersebut setelah menjadi korban tilang.

• Permohonan Driver Ojek Daring soal Uji Materi UU Lalu Lintas Ditolak MA

Selain itu, ia juga mempertanyakan mengapa aturan tersebut tidak berlaku bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Presidan Joko Widodo pada hari Minggu, 4 November 2018 pukul 06.20 WIB mengemudi sepeda motor di Jalan Sudirman, Kebun Nanas, Tangerang, Banten dan tidak menyalakan lampu utama sepeda motor dikemudikannya namun tidak dilakukan penindakan langsung (tilang) oleh pihak kepolisian," tulis Eliadi, seperti dikutip dari laman resmi MK, Jumat (10/1/2020).

Menurut Eliadi, aturan yang tidak berlaku bagi Jokowi telah melanggar asas kesamaan di mata Hukum (Equality Before The Law) yang terdapat dalam Pasal 27 UUD 1945.

Sementara, dari hasil penelusuran, peristiwa Presiden Jokowi tak menyalakan lampu motor terjadi saat melakukan blusukan ke wilayah Tangerang pada Minggu (4/11).

Hal itu pun sempat menjadi pembicaraan netizen.

Sebelumnya, Eliadi dan Ruben menilai aturan menyalakan lampu motor pada siang hari justru merugikan pengendara karena membuat mesin rusak.

"Dengan posisi lampu utama yang otomatis menyala mengakibatkan pemborosan pada aki sepeda motor. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi para driver online yang sehari-hari mencari nafkah dengan menggunakan sepeda motor," kata Eliadi.

Gugatan tersebut bermula dari insiden Eliadi terkena tilang Polantas dalam perjalanan ke kampus, saat melintas di Jalan DI Panjaitan Jakarta Timur pada 8 Juli 2019 sekira pukul 09.00 WIB.

Ia terciduk tidak menyalakan lampu sepeda motor.

"Wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Sedangkan waktu itu masih menunjukan pukul 09.00 WIB, Menurut kebiasaan masyarakat Indonesia, waktu tersebut masih dikategorikan sebagai `pagi`. Namun Petugas Polisi Lalu Lintas tersebut tetap melakukan penilangan," ucap Eliadi.

Mahasiswa semester 7 itu pun mengklaim dirinya sempat mengajukan protes terkait aturan menyalakan lampu di siang hari, kepada petugas lalu lintas, namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

Untuk itu, ia meminta agar Pasal 197 ayat (2) dan Pasal 293 ayat (2) dalam UU LAAJJ dihapuskan.

Bunyi Pasal 293 ayat 2: "Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah)."

Kenapa Lampu Motor Jokowi Tidak Nyala?

Blusukan Presiden Joko Widodo ke Pasar Anyar Tangerang menggunakan motor chopper bobber terbarunya beberapa waktu lalu menjadi sorotan.

Saat memacu kuda besinya, lampu motor Jokowi dalam kondisi tak hidup. Hal itu menimbulkan pertanyaan, sebab menyalakan lampu di siang atau malam hari jelas tercatat dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

Iman, perwakilan Katros Garage, yang membangun motor Jokowi memberikan penjelasan saat ditemui TribunJakarta.com di markasnya di Jalan Cempaka 1, Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Iman menerangkan, motor Jokowi yang dibangun bergaya chopper bobber itu hampir dirombak total, hanya bagian mesin saja yang tidak disentuh.

Termasuk bagian lampu utama, sesuai desain yang disepakati, lampu depan Kawasaki W175 itu diganti dengan Daymaker 5,75 inci.

Pergantian lampu dari pabrikan menjadi hasil modifikasi itu, juga membuat Katros Garage harus mengubah sistem automematic headlamp on (AHO) menjadi sistem saklar.

Hal itu membuat si pengendara harus menyalakan terlebih dahulu lampu dengan menekan saklar sebelum melaju.


"Lampunya itu kita ganti pakai Daymaker, itu kan bukan aslinya, dia LED. Kalau LED itu dia kan butuh arusnya yang konstan, dari DC dong, sementara motor sendiri pembangkit tenaganya AC, ngambil dari aki. Yang kita takutin, ini kan motor bukan `harian` yang sering dinyalain, kita takut tekor. Akirnya kita bikin saklar," papar Iman.

Katros Garage meminta langsung kepada staf kepresidenan untuk menghubungi pihaknya ketika Presiden Jokowi akan menggunakan motornya.

Maksudnya, agar Iman dan kawan-kawan bisa memastikan langsung kondisi kesiapan motor sebelum dikendarai orang nomor satu di Republik Indonesia itu.

Hal itu sudah dilakukan saat Presiden Jokowi diagendakan akan mengendarai chopper bobber terbarunya itu.

Hari sebelumnya pihak Katros mengecek dan sudah memberikan penekanan pada bagian-bagian tertentu agar menjadi perhatian.

"Iya jadi malam itu kita sampai jam 11 malam di sana ngecek (kondisi motor, red)," ujar Iman.

Ia tidak mengetahui sampai akhirnya Presiden Jokowi kedapatan tak menyalakan lampu saat mengendarai motor baru yang memakan waktu modifikasi hingga dua bulan itu.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Soal Lampu Motor Jokowi Mati, Ini Penjelasan Katros Garage Penulis: Jaisy Rahman Tohir