Ma’had Shuffah Hizbullah Al-Fatah Lampung Gelar Latihan Kepemimpinan Bagi ISMA
Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung melalui Majelis Pengasuhan Santri (MPS) menggelar pelatihan kepemimpinan bagi santriwati pengurus Islamic Student Movement of Al-Fatah (ISMA) 2019/2020.

Acara Leadership Basic Training for Mudabbir (LBTM) ini diselenggarakan selama empat hari sejak Senin-Kamis (25-28/9) di Aula At-Taqwa, Kompleks Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan.

Mudirus Shuffah, Muflihuddin, Lc dalam sambutannya pada acara pembukaan yang diwakili Ketua MPS, Zainal Arifin MD, Rabu, (25/9) menekankan pentingnya beramal shalih.

Menurutnya, Allah sudah bersumpah seperti pada surah Al-Ashr yang diawali dengan huruf sumpah supaya betul hal ini menjadi sumpah Allah.

“Kita itu betul-betul mengalami kerugian, tapi Allah Maha Bijaksana, maka ayat selanjutnya dikatakan kecuali orang yang beriman, tidak cukup dengan beriman, namun juga beramal kebaikan,” ujarnya.

Karenanya, menjadi pengurus ISMA ini merupakan wadah amal shalih yang berlandaskan keikhlasan, saling menasehati. “Kalau ini dilaksanakan maka Insya Allah kita tidak akan rugi,” lanjutnya.

Arifin juga menekankan, pemimpin harus berperan aktif untuk saling nasehat- menasehati dalam hal kebaikan dan dikerjakan dengan bersama-sama.

“Tugas ke depan cukup berat, tapi kalau dilakukan berjamaah, Insya Allah ringan. Segala sesuatu jika dilaksanakan berjamaah tidak sendiri-sendiri, akan terasa ringan. Karenanya jadilah mudabbiroh sebagai uswah, tentu akan lebih mudah arahkan adik-adiknya,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Madrasah Aliyah (MA), Ihin Sholihin Ayub, S.Pd.I dalam sambutannya mengungkapkan, rasa bersyukur atas bantuan mudabbiroh dalam membimbing adik-adiknya.

“Semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran kepada kalian semua karena miliki tugas ganda. Sebagai thullab (pelajar) pertahankan prestasinya, juga berlatih menjadi pemimpin, pimpin adik dan dirinya sendiri,” katanya.

“Insya Allah para Asatidz tidak akan salah pilih. Kalian miliki potensi, tinggal bagaimana melatih jadi seorang pemimpin sebelum kalian jadi pemimpin di masa mendatang,” ujarnya.

LBTM ini diikuti oleh 61 santri pengurus Mudabbirah dengan rincian, Mudabbirah Ukhuwah (keamanan) 10 orang, tarlim (tarbiyah wa talim) 8 orang, riyadloh (olahraga) 8 orang, jurnalis 4 orang, lughoh (bahasa) 7 orang, hujroh (asrama) 11 orang, maksofah (kantin) 4 orang, matbah (dapur) 3 orang, Maliyah (bendahara) 2 orang, dan kutab (sekertaris) masing-masing 1 orang dan seorang amir (ketua). (L/jhd/B01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).