Langgar Social Distancing, Warga Bandar Lampung Padati Mall Berburu Baju Lebaran
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah pusat perbelanjaan di Bandar Lampung mengalami pembeludakan pengunjung jelang Idul Fitri 1441 H.

Keadaan yang demikian, semestinya tidak perlu dilakukan pada tahun ini.

Pasalnya, saar ini masa pandemi covid-19 masih berlangsung.

Serta masayarakat masih memegang tenggung jawab untuk saling menjaga jarak.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id di tiga mall di kota setempat, banyak ditemui masyarakat yang masih menginginkan pakaian baru dalam rangka memeriahkan Idul Fitri 1441 H.

• Cegah Covid-19, Pemkot Berikan 10 Ribu Sarung Tangan untuk Pengunjung Mall di Bandar Lampung

• Pengunjung Membludak, Pemkot Libatkan Marinir Cegah Persebaran Virus Corona di Pusat Perbelanjaan

• 3 Terdakwa Perkara Korupsi RSUD Pesawaran Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan

• Jelang Lebaran Angkutan Logistik di Bakauheni Naik 61 Persen

Adapun ketiga mall tersebut adalah Mall Kartini, Central Plaza dan Mall Ramayana Pasar Bawah.

Meskipun melanggar peraturan social distancing, warga tetap terlihat menggunakan masker untuk pencegahan.

Beberapa masyarakat mengaku masih mengingini meriahnya hari raya yang terjadi satu tahun sekali tersebut.

Seperti halnya yang dikatakan Saiful (40) saat diwawancarai tribun di Mall Ramayana Pasar Bawah.

"Ya beli baju lebaran, mumpung belum dilarang," ujarnya.

Saat ditanyai tentang ancaman penularan covid-19, dirinya mengaku khawatir akan hal itu.

Namun, ia juga mengaku memiliki rasa berat hati untuk tidak memberikan satu dua hal kepada keluarganya.

"Ya takut mas, cuma ya tidak siap juga untuk melepas euforia lebaran," jelasnya.

Hal yang serupa dikatakan Anggun (29) salah seorang pengunjung yang berasal dari Pesawaran mengaku kaget saat melihat kondisi mall yang demikian.

"Kaget, kok rame banget. Takut juga sih, saya dari rumah sudah mempersiapkan keperluan pengamanan diri tapi ternyata saat sampai di mall banyak masyarakat yang abai terhadap upaya pencegahan covid-19," kata dia.

Petugas yang bersiaga pun mengaku mengalami kewalahan akibat membeludaknya pengunjung kala ini.

Hal yang demikian diakui meskipun per hari ini antisipasi persebaran covid-19 pada lingkungan perbelanjaan telah dimaksimalkan dengan adanya partisipasi gugus tugas kota setempat.

"Masih kewalahan, banyak juga yang didapati tidak bermasker saat berbelanja," kata salah seorang karyawan salah satu mall di Jalan Radin Intan.

10 Ribu Sarung Tangan untuk Pengunjung Mall

Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan sebanyak 10 ribu pasang sarung tangan kepada pengunjung mall di Kota Tapis Berseri.

10 ribu sarung tangan tersebut diberikan secara merata di sepuluh mall yang masih beroperasi.

"Atas perintah langsung Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Gugus Tugas (percepatan penanganan covid-19) juga telah menyiapkan 10 ribu masker yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang kendak berbelanja," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya secara legal, arahan untuk pemberian masker tersebut tertera secara legal melalui surat edaran yang tertandatangani langsung oleh Herman HN.

Pemberian masker tersebut bersamaan dengan pengetatan protokoler kesebatan di lingkungan mall di Bandar Lampung oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandar Lampung bersama dengan Marinir, Satpol PP dan Dinas Perdagangan kota setempat.

Berlanjut, berdasarkan pantauan Tribun di salah satu mall di Bandar Lampung, masih banyak ditemukannya pengunjung yang abai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19.


Bahkan terdapat beberapa pengunjung yang masaih tak bermasker saat beraktivitas.

10 Mall di Bandar Lampung Jadi Prioritas Pelaksanaan Protokol Pencegahan Covid-19

Sebanyak 10 mall yang menjadi prioritas dalam upaya pemaksimalan pelaksanaan protokol pencegahan covid-19 di Bandar Lampung.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi kesepuluh mall yang dipilih tersebut berdasarkan hasil analisa kepadatan dari aktivitas masyarakat.

"Mall yang dipilih berdasarkan peningkatan kepadatan pengunjung menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H," ujarnya saat diwawancarai di halaman kantor BPBD Kota Bandar Lampung, Selasa (19/5/2020).

Adapun mall yang dimaksud tersebut dirincikan oleh Kepala Dinas Perdagangan kota setempat Adiansyah adalah sebagai berikut.

"Central Plaza, Mall Kartini, Super Indo Kemiling, Chandra Teluk Betung, Indo Grosir, Ramayana Ciplaz, Ramayana Pasar Bawah, Chandra Tanjung Karang, Mall Boemi Kedatin dan Transmart," sebutnya.

Perihal teknis yang akan dilaksanakan, Adiansyah mengutarakan kepada oengunjung yang didapati tidak melaksanakan protokol kesehatan, maka pihaknya akan memberikan teguran lisan secara persuasif.

"Sesuai arahan Wali Kota, untuk pengunjung akan disediakan sarung tangan. Selain itu ada juga hand sanitizer dan sabun cuci tangan," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait jumlah pengunjung akan dibatasi bila nantinya ditemui adanya ledakan jumlah di waktu-waktu tertentu.

Libatkan Personel Marinir

Sebanyak 100 personel marinir dilibatkan dalam rangka pencegahan persebaran virus corona (covid-19) pada lingkungan pusat perbelanjaan di Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut, dilatarbelakangi oleh adanya kenaikan kepadatan pengunjung di pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

"Dilatarbelakangi peningkatan pengunjung di lokasi perbelanjaan, pada kali ini tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 bersama dengan 100 personel marinir akan melakukan upaya pencegahan virus corona di mall-mall di Bandar Lampung," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki.

Selain melibatkan marinir, Nurizki menjelaskan pihaknya juga dibantu oleh tim dari Dinas Perdagangan kota setempat dalam upaya pencegahan tersebut. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)