Kasus Positif Melonjak, Lampung Siapakan Rapid Tes Massal
Bandar Lampung, Gatra.com - Kasus positif Covid-19 di Lampung beberapa hari terakhir melonjak tajam mencapai angka 84 kasus, menyikapi hal tersebut pemerintah Provinsi Lampung berencana akan melakukan rapid tes massal di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Namun rapid tes massal tersebut tetap diutamakan khusus untuk kecamatan- kecamatan yang memiliki kasus positif Covid-19 dengan angka tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana.

"Konsep pak gubernur untuk pemeriksaan rapid tes masal adalah di daerah kabupaten kota yang kasus positifnya banyak, di kecamatan-kecamatan yang tinggi tersebut di lakukan rapid tes massal, jadi bukan keseluruhan," ungkap Reihana kepada wartawan di posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Selasa, (19/05).

Reihana melanjutkan untuk kesiapan sebelum rapid tes massal tersebut, maka kabupaten/kota perlu menyiapkan tempat atau lokasi isolasi mandiri sebagai upaya tindak lanjut dari hasil rapid tes masal tersebut.

"Gubernur juga berpesan bagi kabupaten/kota yang ingin melakukan tes massal agar terlebih dahulu menyiapkan tempat isolasi mandiri," sambungnya

Reihana menambahkan tempat isolasi mandiri tersebut disiapkan apabila ada hasil rapid tes yang reaktif dan harus dilanjutkan dengan swab dan hasilnya positif maka perlu tempat isolasi mandiri.

Namun jika pemerintah daerah yang bersangkutan belum memiliki tempat atau lokasi isolasi mandiri, Reihana mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan dan memiliki tempat khusus isolasi mandiri yakni di rumah sakit Bandar Negara Husada.

"Kita telah menyiapkan tempat isolasi mandiri yakni RS Bandar Negara Husada, ini tempat isolasi yang terkonfirmasi positif namun tidak menimbulkan gejala " kata Reihana.

Sementara itu terkait perkembangan terakhir Covid-19 di Lampung, Reihana menginformasikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai hari Selasa 19/05 mencapai 84 kasus.

"Untuk yang positif dan masih dirawat diruang isolasi di beberapa rumah sakit sebanyak 52 orang, yang meninggal ada 6 orang, dan yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 26 orang," beber Reihana.

Sedangkan perkembangan pasien dalam pengawasan (PDP) di Lampung berjumlah 96 orang, sebanyak 15 orang masih dirawat, 63 orang lainya sudah dinyatakan negatif dan boleh pulang, dan yang meninggal dalam status PDP ada 18 orang.

Masih menurut Reihana, untuk orang dalam pemantauan (ODP) di Lampung pihaknya mencatat terdapat 3122 orang dalam pemantauan, yang masih dalam pemantauan masih ada 95 orang. " Yang sudah menjalani pemantauan selama 14 hari ada 3022 orang, dan yang meninggal dalam status ODP ada 5 orang," pungkas Reihana.

* * *

Reporter: Karvarino Editor: Bernadetta Febriana

* * *