Kapal Induk Inggris Sudah 3 Kali Bocor, Kali Ini Kebanjiran 66.000 Galon Air
Kapal induk HMS Queen Elizabeth milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Foto/Departemen Pertahanan Inggris

LONDON

- Kapal induk baru Inggris, HMS Queen Elizabeth, telah mengalami kebocoran yang memaksa kapal tersebut kembali ke pelabuhan lebih awal dari jadwal semestinya. Kebocoran itu membuat para awak kapal berisiko tenggelam karena kebanjiran 250 ton atau sekitar 66.000 galon air.

Kebocoran terjadi setelah ada ledakan pipa di area depan kapal HMS Queen Elizabeth pada hari Selasa. Air yang masuk ke kapal telah membanjiri dua kompartemen dan tangga. Namun, air tersebut berhasil dipompa keluar dan kapal bergegas berlabuh ke sebuah dermaga di Pangkalan Angkatan Laut Portsmouth.

Insiden itu membuat malu Angkatan Laut Kerajaan Inggris karena kapal tersebut sedang menjalani uji coba dan pelatihan.

Mengutip

The Telegraph,

Kamis (11/7/2019), kebocoran yang dialami kapal induk terbesar dan terkuat Inggris ini ternyata sudah yang ketiga kali sejak diluncurkan Desember 2017.

Kapal HMS Queen Elizabeth meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut Portsmouth bulan lalu selama uji coba dan pelatihan di laut selama lima minggu.

"Kebocoran itu masalah kecil terkait dengan sistem internal," kata Departemen Pertahanan Inggris melalui seorang juru bicaranya. "Investigasi atas penyebabnya sedang berlangsung," lanjut dia.

Kapal induk itu dibangun dengan biaya 3,1 miliar poundsterling atau lebih dari Rp54,6 triliun. HMS Queen Elizabeth diharapkan menjadi andalan Angkatan Laut setidaknya selama 50 tahun ke depan.

Masalah lain yang mengganggu HMS Queen Elizabeth terungkap pada bulan Mei, di mana mantan kapten kapal, Nick Cooke-Priest, dikeluarkan setelah mengaku telah menyalahgunakan mobil dinas Galaxy Ford milik Departemen Pertahanan.

HMS Queen Elizabeth mulai ditugaskan pada bulan Desember 2017. Kapal dengan berat 65.000 ton itu baru-baru ini dilabuhkan di Rosyth, Fife, untuk pemeriksaan dan pemeliharaan rutin.