Ini Sosok Dhea, Atlet PON yang Pulang Naik Angkutan Umum, Ternyata Bukan Kaleng-Kaleng
CIAMIS, iNews.id - Dhea Anzhira Nuramalina, atlet asal Ciamis peraih medali emas pada PON XX Papua ternyata memiliki segudang prestasi yang luar biasa. Keikutsertaan dalam event olahraga nasional itu menjadi bukti bahwa gadis cantik ini bukanlah kaleng-kaleng.

Perolehan emas itu pun didapat setelah bersaing cukup ketat dengan atlet renang lainnya di nomor 50 meter surface biffin putri PON XX Papua di Venue Aquatik Lukas Enembe Jayapura. Dhea mampu menorehkan Waktu terbaik 22,90 detik dalam event tersebut.

Dirangkum dari beberapa sumber, atlet yang masih berstatus pelajar Kelas XII di SMAN 1 Ciamis ini ternyata sudah berkali-kali menyabet prestasi dalam event olahraga sebelumnya, baik tingkat nasional maupun daerah. Bahkan dalam ajang prakualifikasi PON yang digelar di Pasuruan Oktober 2019 lalu Dhea mampu memperoleh waktu 24 detik.

Selain itu, bakat Dhea pada cabang olahraga selam sudah terlihat sejak usia masih dini, yakni ketika masih duduk di taman kanak-kanak (TK). Beberapa event dia ikuti saat masih duduk di kelas 9 SD, seperti Kejuaran Renang Antar Perkumpulan Sekuruh Indonesia (KRAPSI) pada 2013 yang dihelat Perkumpulan Renang Millenium Aquatic (MNA) di Stadion Renang GBK Jakarta.

Tidak sampai di situ, ketika duduk di kelas 3 SMPN 4 Ciamis, Dhea berhasil meraih medali emas di nomor bifin putri 50 meter dan medali perak pada nomor bifin putri 100 meter Porda XIII Jawa Barat 2018 di Bogor.

Tentu saja, perolehan prestasi seperti itu tidak terlepas dari doa orang tuanya dan bimbingan pelatih yang terus mengasah kemampuan gadis asal Cijantung, Kabupaten Ciamis ini.

Satu hal yang cukup menarik dari atlet ini, Dhea termasuk gadis yang murah senyum dan rendah hati. Hal itu terlihat saat kepulangannya dari Papua ke kampung halamannya di Ciamis. Dia merasa tidak perlu ada penjemputan secara spesial. Makanya lebih memilih naik bus dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Ciamis.

Dhea tak merasa kerepotan harus naik bus dengan membawa barang bawaan yang cukup banyak. "Tadi naik bus bersama mama, gak kerepotan sih," ujar dia sesaat setelah turun dari bus di Pertigaan Sindangkasi, Cikoneng, Ciamis.

Naik bus ke Ciamis pun karena keinginannya karena tidak mau merepotkan siapa pun. Terpenting baginya mampu membahagiakan orang-orang dan keluarga dengan perolehan prestasinya.

"Mama juga sempat menanyakan akan dijemput nggak, kataku jangan dijemput biar naik bus aja agar tidak merepotkan orang-orang," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi