Imbauan Polisi Agar Tak Tergiur Beli Mobil Murah, Kasat Reskrim: Bisa Kena Pasal 480 KUHP
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Muhammad Joviter

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan teliti dalam membeli barang atau kendaraan bekas.

Imbauan tersebut disampaikan Polresta Bandar Lampung terkait penangkapan warga Lampung Tengah, yang tergiur beli mobil harga murah, dan mengetahui jika Suzuki Carry Futura yang dibeli ternyata hasil pencurian.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana menyatakan, barang siapa yang membeli barang hasil curian bisa dikenakan pasal 480 KUHP.

"Karena terlibat sebagai penadah," kata Rezky Maulana.

Rezky menambahkan sesuai bunyi pasal tersebut, jika seseorang kedapatan membeli, menyewa, menukar, menerima hasil kejahatan, bisa diancam pidana 4 tahun penjara.

Baca juga: Maraknya Kasus Kekerasan Anak di Bandar Lampung, Pelaku Kekerasan Harus Dihukum Berat

Baca juga: Siswi SMAN 9 Bandar Lampung Nabila Maharani Putuskan Jadi Atlet Tinju: Bisa Luapkan Emosi

Oleh karena itu, pihak kepolisian berpesan kepada masyarakat agar teliti kembali barang bekas pakai sebelum berlanjut ke transaksi jual beli.

"Pastikan terlebih dahulu asal usul barang tersebut, aman atau tidak (bebas dari tindak pidana)," jelas Rezky Maulana.

Rezky memberikan cara untuk mengetahui apakah barang atau kendaraan yang akan dibeli aman.

Yakni memeriksa kelengkapan dokumen atau surat menyurat mengenai barang atau kendaraan tersebut.

"Cek kembali, ada tidak STNK dan BPKB, jangan sampai hanya karena harga murah bisa dikenakan pasal pidana yang nantinya memberatkan masyarakat itu sendiri," tandas Rezky Maulana.

Sebelumnya, seorang warga Lampung Tengah, Sahmin (44), diamankan anggota Polresta Bandar Lampung lantaran tergiur beli mobil harga murah.

Sahmin mengaku tidak mengetahui jika mobil Suzuki Carry Futura yang dibeli ternyata mobil hasil pencurian.

Warga Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah ini, terpaksa harus mendekam sementara di Mapolresta Bandar Lampung.

Polisi mempersangkakan Sahmin pasal 480 KUHPidana alias penadah.

Sementara pelaku pencurian mobil tersebut masih dalam pencarian.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana didampingi Kanit Ranmor Iptu Edi Suhendra mengatakan, Sahmin beserta barang bukti, satu unit mobil, dibawa ke mapolresta, Sabtu (14/11/2020).

"Dari hasil penyelidikan, mobil yang dilaporkan kehilangan oleh korban pada Selasa (27/10/2020) teridentifikasi berada di wilayah Lampung Tengah," ujar Iptu Edi Suhendra, Sabtu (21/11/2020).

Saat hendak diamankan, lanjut Suhendra, mobil tersebut diakui penadah Sahmin membeli dari seseorang berinisial MU (DPO).

Dari keterangannya, mobil tersebut dibeli dari tangan MU seharga Rp 9 juta.

"Sahmin membeli mobil harga murah tanpa dilengkapi dokumen lengkap seperti STNK maupun BPKB," kata Iptu Edi Suhendra.

Mobil bernomor polisi BE 1809 BV, dicuri pelaku saat parkir depan rumah korban Kartiana (54), di Griya Abdi Negara, Sukabumi, Bandar Lampung.

"Saat ini kami masih memburu pelaku utama pencurian mobil tersebut," ucap Iptu Edi Suhendra.

Sementara Sahmin, mengaku tidak mengenal orang yang menjual mobil.

Ia tertarik membeli mobil itu meski tanpa surat, karena harga yang ditawarkan murah.

Menurut Sahmin, MU (DPO) yang menjual mobil kepadanya berjanji akan memberikan surat menyurat kendaraan beberapa hari setelah transaksi jual beli.

"Kalau kata MU mobil ini lengkap suratnya, tapi ujung-ujungnya gak dikasih juga," kata Sahmin.


Mobil tersebut digunakan Sahmin untuk operasional Lembaga Swadaya masyarakat (LSM).

Hal ini tampak dari stiker yang menghiasi hampir di setiap sudut mobil.

Terpampang jelas stiker bertuliskan Patroli KPK akronim dari Komunitas Pengawas Korupsi.

Namun, Sahmin membantah, pemasangan stiker dan mengganti nomor pelat untuk menghilangkan jejak.

"Saya beli murah untuk pakai sendiri," ucap Sahmin.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)