Gubernur Lampung Kukuhkan Pengurus DKL dan AL Periode 2020-2024
Portal Teater – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Dewan Kesenian Lampung untuk masa bhakti 2020-2024 di Gedung Kesenian Lampung, PKOR Way Halim, Bandarlampung, Kamis (6/8).

Bersamaan dengan pengukuhan DKL, Gubernur Arinal mengukuhkan Akademi Lampung (AL) untuk masa bhakti yang sama.

Pengukuhan jabatan struktural AL dan DKL merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/94/V.01/HK/2020 tanggal 6 Februari 2020 tentang Pengukuhan Pengurus Akademi Lampung dan Nomor G/109/V.01/HK/2020 tanggal 14 Februari 2020 tentang Pengukuhan Pengurus Dewan Kesenian Lampung Periode 2020-2024.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung, Akademi Lampung terdiri dari tujuh orang. Mereka adalah Anshori Djausal (Ketua), Sekretaris Iwan Nurdaya Jafar (Sekretaris), R. Hari Jayaningrat (anggota), Imas Sobariah (anggota), Ahmad Yulden Erwin (anggota), Herrmansyah GA (anggota) dan Christian HC. Saputro (anggota).

Sementara itu, Kepengurusan DKL diketuai oleh Satria Bangsawan; Wakil Ketua I W. Darmawan; Wakil Ketua II Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampungl Sekretaris Bagus S Pribadi; dan Bendahara Nurhikmah Imani.

Gubernur Lampung dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, berharap Akademi Lampung dan kepengurusan DKL yang baru dapat segera bekerja dan berkarya untuk meningkatkan potensi budaya dan seni di daerah Lampung.

Fahrizal lebih lanjut memaparkan, bahwa berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/389/III.01/HK/2015 tentang Pengukuhan Pengurus Dewan Kesenian Lampung Periode 2015-2019, kepengurusan Badan Pembina dan Dewan Kesenian Lampung periode 2015-2019 berakhir masa jabatannya pada 18 Agustus 2019.

Kemudian, berdasarkan Keputusan Musyawarah DKL Tahun 2015 No. 008/Pan-MDKL/II/ 2015 tanggal 6 Juli 2015 tentang Pengesahan Tim Perumus Musyawarah Dewan Kesenian Lampung, tim dimaksud telah menindaklanjutinya dengan melakukan perubahan Anggaran Dasar DKL menjadi Anggaran Dasar Pusat Kesenian Lampung.

“Dengan demikian telah terjadi penataan kelembagaan menjadi Pusat Kesenian Lampung yang terdiri atas Akademi Lampung, Dewan Kesenian Lampung, dan Yayasan Kesenian Lampung,” ujar Fahrizal.

Anggota Akademi Lampung dan Pengurus DKL Periode 2020 -2024 foto bersama Sekda Provinsi Fahrizal Darminto usai pengukuhan, Kamis (6/8). -Dok. Christian Saputro.

## Bentuk Yayasan Kesenian Lampung

Fahrizal membeberkan, fungsi dari Akademi Lampung adalah untuk memberikan pertimbangan kebudayaan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, memberi nasihat dan pertimbangan kesenian kepada Dewan Kesenian Lampung, serta terlibat secara langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kebudayaan, selain melaksanakan programnya sendiri.

Sementara, DKL menjadi katalisator terhadap segenap potensi kesenian yang ada di wilayah Provinsi Lampung.

“Untuk melaksanakan tugasnya, DKL berfungsi menyusun program kesenian dengan memperhatikan tingkat perkembangan kesenian yang terdapat di dalam masyarakat dan Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Provinsi Lampung,” terang Fahrizal.

Kepada para pengurus baru, ia meminta agar dalam waktu dekat ini segera membentuk Yayasan Kesenian Lampung yang berbadan hukum, yaitu dengan memiliki Akta Notaris.

Yayasan tersebut, kata Fahrizal, memiliki tugas untuk menggali dana dari sumber lain di samping dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Lampung serta mengupayakan tersedianya dana perwalian atau dana abadi untuk kesenian sebagai sumber utama pembiayaan kegiatan kesenian.

“Pada gilirannya nanti, diharapkan pula Yayasan Kesenian Lampung dapat mendirikan sekolah kesenian,” tambah Fahrizal.

Pendirian sekolah kesenian tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu langkah strategis di dalam menjawab tantangan kebudayaan dewasa ini, yakni meredupnya khazanah tradisi di dalam gelombang modernitas. Ia menandaskan, bahwa kecepatan modernisasi di Indonesia berbanding lurus dengan kecepatan memudarnya tradisi.

“Akibatnya masyarakat tidak memiliki ketahanan budaya dan kemampuan untuk menyaring unsur kehidupan modern yang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Hal ini sangat terlihat di kalangan muda yang sangat cepat diserap ke dalam interaksi kebudayaan global dan kehilangan kekhasan dan keragamannya karena sudah tidak lagi berpegang pada tradisi,” ujar Fahrizal prihatin.

Fahrizal menegaskan modernisasi tentu bukan sesuatu yang bisa dihindari atau dihambat. Tapi agar unsur kehidupan modern membawa manfaat bagi pemajuan kebudayaan, maka kemampuan masyarakat untuk menyeleksi dan menempatkan unsur kehidupan modern tersebut perlu dilakukan secara tepat.

Fahrizal menaruh harapan besar pada pengurus AL dan DKl yang baru untuk mewujudkan impian untuk menjadikan ekosistem kesenian Lampung dapat semakin cepat dan terarah.

“Ingatlah selalu sebuah sesikun atau pepatah Lampung yang dapat menjadi tantangan sekaligus pertaruhan kita secara bersama-sama, yaitu mak lebon Lappung di bumei (takkan lenyap Lampung di bumi), ” tandasnya.

## Susunan Pengurus DKL dan AL

Berikut susunan kepengurusan DKL periode 2020-2024:

I. Pembina

1. Gubernur Lampung 2. Ketua DPRD Provinsi Lampung (Ex. Officio) 3. Wakil Gubernur Lampung

II. Pengarah

1. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung 2. Riana Sari Arinal, SH.

III. Ketua: Prof. DR. Satria Bangsawan, SE., M. Si.


IV. Wakil Ketua:

1. W. Darmawan 2. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung (Ex Officio)

V. Sekretaris: Bagus S. Pribadi

VI. Wakil Sekretaris 1: Riski Febriansyah

VII. Wakil Sekretaris 2: Dian Evylia

VIII. Bendahara: Nurhikmah Imani

IX. Wakil Bendahara: Bambang SBY

X. Komite-komite:

A. Komite Sastra

1. Ketua: Zulkarnain Zubairi 2. Sekretaris: Yuli Nugrahani 3. Anggota: Asril Barning

B. Komite Musik

1. Ketua: Agus Salim 2. Sekretaris: Ryan Hidayat 3. Anggota: Ricky Oktario

C. Komite Tari

1. Ketua: Agus Gunawan 2. Sekretaris: Wika Widyastuti 3. Anggota: Renald Caropeboka

D. Komite Teater

1. Ketua: Desi Susanti 2. Sekretaris: Vita Oktaviana 3. Anggota: Edy Samudra

E. Komite Seni Tradisi

1. Ketua: Syapril Yamin 2. Sekretaris: Suttan Purnama 3. Anggota: Rizal Ismail

F. Komite Film

1. Ketua : Dede Safara Wijaya 2. Sekretaris : Riskon 3. Anggota : Razi Alfarizi

G. Komite Seni Rupa

1. Ketua : Sapto Wibowo 2. Sekretaris : Lila Ayu Arini 3. Anggota : Bunga Ilalang

XI. Akademi Lampung:

1. Anshori Djausal (Ketua) 2. Iwan Nurdaya Djafar (Sekretaris) 3. R. Hari Jayaningrat 4. Imas Sobariah 5. Ahmad Yulden Erwin 6. Hermansyah 7. Christian Heru Cahyo Saputro

Kontributor: Christian Heru Cahyo Saputro

Editor: Daniel Deha