Gelombang Aksi Massa Jadi Bukti Adanya Kebuntuan Komunikasi Politik
Surabaya (beritajatim.com) – Pakar komunikasi asal Unair (universitasbAirlangga) Suko Widodo menilai demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lain adalah bukti sah tengah terjadi kebuntuan komunikasi politik.

“Ini jika tak segera teratasi akan menjadi preseden tak bagus bagi perkembangan demokrasi. Tidak bisakah ada ruang komunikasi yang tepat? Yang memungkinkan ekspresi mahasiswa ditampung dan dikanalisasi dengan baik? Saya juga kasihan aparat yang terpaksa harus berbenturan dengan mahasiswa,” ujar Suko Widodo dalam pernyataan tertulis.

Suko mengungkapkan, politisi harusnya legowo untuk menerima tuntutan mahasiswa. Sedangkan, mahasiswa juga diharapkan tidak tenggelam dalam euforia dan mampu menyampaikan argumentasi secara rasional.

“Dalam kebuntuan ini, diperlukan kehadiran Dewan Masyarakat. Yakni sebuah forum yang menyertakan multi pihak. Mulai guru, akademisi, budayawan, rohaniawan, industriawan, buruh, petani nelayan, politisi, aparat, pemerintah dan lainnya untuk dari hati ke hati saling membuka diri,” jelasnya.

Ia menilai komunikasi antar semua pihak mendesak dilakukan. Ini dibutuhkan sebagai ruang ekspresi dan penyelesaian persoalan bersama ditengah gelombang penolakan beberapa rancangan UU yang ada di DPR. [ifw/suf]