Fakta Eks Jenderal Asal Lampung Tersangka Makar
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berita Lampung Terpopuler Selasa 11 Juni 2019 di portal Tribunlampung.co.id.

Berikut Berita Lampung Terpopuler Selasa 11 Juni 2019 di portal Tribunlampung.co.id.

Berita Lampung Terpopuler Selasa 11 Juni 2019 di portal Tribunlampung.co.id di antaranya mengenai fakta tentang Komisaris Jenderal Purnawirawan Sofyan Jacob, yang menjadi tersangka makar.

Ini 5 Berita Lampung Terpopuler Selasa 11 Juni 2019 di portal Tribunlampung.co.id.

1. Fakta-fakta Jenderal asal Lampung Sofyan Jacob, Umbar Tembakan bak Koboi hingga Jadi Tersangka Makar

Jenderal Purnawirawan asal Lampung yang juga pernah menjabat Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Purn) Pol Muhammad Sofyan Jacob ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan makar.

Penetapan pria asal Lampung yang bernama lengkap Muhammad Sofyan Jacob menjadi tersangka kasus dugaan makar ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Dijadwalkan, Sofyan Jacob diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan makar di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya hari ini.

• Ini Bukti yang Dimiliki Polisi untuk Seret Sofyan Jacob Jadi Tersangka Makar

Namun, Sofyan Jacob berhalangan sakit dengan alasan sakit. "Ditunda ya (pemeriksaannya)," ujar Argo Yuwono.

Selain merupakan perwira tinggi polisi asal Lampung, Sofyan Jacob ternyata juga memiliki rekam jejak cukup banyak di Lampung.

Sofyan Jacob tercatat pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung.

Sofyan Jacob merupakan jenderal pensiunan asal Lampung yang ikut dalam kontestasi pemilihan gubernur Lampung tahun 2008.

Pada saat itu, Sofyan Jacob maju sebagai calon gubernur Lampung dari jalur perseorangan.

Saat pemilihan, Sofyan Jacob kalah. Ia bersama pasangannya Bambang Waluyo Utomo, hanya meraih 2 persen suara.

Pemenang Pilgub 2018 adalah senior Sofyan di kepolisian yaitu Komjen Purnawirawan Sjachroedin ZP.

Berita selengkapnya klik di sini

2. Beredar Foto Pernikahan Suami Artis Cantik Diana Pungky dengan Penyanyi, Sudah Bercerai?

Lama tak muncul di layar kaca, artis senior Diana Pungky dihinggapi kabar tak sedap seputar rumah tangganya.

Isu beredar rumah tangga Diana Pungky dengan suaminya, Dedey Mulyawan, retak.

Bahkan digosipkan Diana Pungky sudah bercerai dari Dedey Mulyawan.

Isu ini makin berembus kencang tatkala beredar foto pernikahan Dedey Mulyawan dengan wanita lain.

Wanita itu berasal dari kalangan artis. Dia adalah Gwen Priscilla.

• Suami Nikah Lagi dengan Gwen Priscilla, Artis Diana Pungky Malah Sukses Geluti Bisnis

Gwen merupakan mantan personel Mahadewi.

Diana Pungku menikah dengan pengusaha Dedey Mulyawan pada tahun 2005 silam.

Sejak mundur dari industri hiburan tanah air, kehidupan pribadi Diana memang jarang tersorot.

Diana Pungky diketahui kini memilih fokus sebagai pengusaha. Melansir Warta Kota, pemeran Jinny ini tengah fokus mengelola bisnis kecantikan miliknya.

Ia memiliki tempat perawatan kecantikan dan spa yang kini buka cabang di beberapa kota.


Berita selengkapnya klik di sini

3. Profil Arinal Djunaidi, Anak Petani yang Menjadi Gubernur Lampung

Arinal Djunaidi sebentar lagi resmi menjabat sebagai Gubernur Lampung periode 2019-20124.

Arinal terpilih sebagai Gubernur Lampung setelah memenangkan pemilihan gubernur pada 2018 lalu.

Arinal yang berpasangan dengan Chusnunia Chalim berhasil menumbangkan cagub petahana Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri.

Pelantikan Arinal-Chusnunia dijadwalkan berlangsung Rabu 12 Juni 2019 di Istana Negara.

Presiden RI Joko Widodo yang akan melantik Arinal-Chusnunia.

Siapakah sosok Arinal Djunaidi?

Arinal lahir di Way Kanan pada 17 Juni 1956. Arinal adalah putra asli Way Kanan.

Sang ayah yang berasal dari Negarabatin dan ibu dari Negribesar.

Saat masih kecil, Arinal ingin menamatkan Sekolah Rakyat (SR) nya di Tanjungkarang.

Berita selengkapnya klik di sini

4. Punya Ayah Artis Terkenal, Dua Anak Ini Pilih Pekerjaan Sebagai Driver Ojek Online

Punya ayah artis terkenal, dua anak ini pilih pekerjaan sebagai driver ojek online.

Mereka adalah anak dari aktor senior Tio Pakusadewo dan penyanyi kondang Deddy Dores.

Nagra Kautsar putra dari aktor Tio Pakusadewo dan Calvin Dores, anak dari penyanyi kondang Deddy Dores.

Namun tampaknya mereka tak ingin bersembunyi di balik nama besar sang ayah.

Mereka ingin menjadi diri sendiri.

Baik Nagra Kautsar maupun Calvin Dores harus berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Mereka memang hidup di zaman berbeda dari ayah-ayah mereka.

Dikutip TribunStyle.com dari Tribunnews.com, Senin (10/6/2019), Nagra Kautsar mengaku bekerja sebagai driver ojek online untuk membiayai kuliahnya di fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta.

Rupanya sang ayah, Tio Pakusadewo, bukannya tidak tahu apa yang dilakukan anaknya untuk mencari uang halal di luar rumah.

Tio Pakusadewo menanggapi pekerjaan sang buah hati.

Berita selengkapnya klik di sini

5. Fakta-fakta tentang Tim Mawar dan Dugaan Keterlibatannya di Kerusuhan Aksi 22 Mei 2019

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan Aksi 22 Mei yang terjadi para Rabu (22/5/2019) lalu.

Hal tersebut dilakukan oleh Kepolisian RI setelah menanggapi laporan dari Majalah Tempo terkait dugaan keterlibatan Tim Mawar dalam Aksi 22 Mei ini.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menuturkan bahwa penyidik terus menggunakan berbagai sumber untuk mengungkap kasus tersebut.

"Sehubungan dengan adanya keterlibatan salah satu tim begitu, istilahnya, itu sedang dilakukan pendalaman," ungkap Asep saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).

Berikut fakta-fakta dugaan Tim Mawar Terlibat dalam Aksi 22 Mei, dikutip Tribunnews.com dari berbagai sumber:


Diketahui, Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan Kopassus Grup IV, TNI Angkatan Darat.

Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono pada Juli 1997.

Dikutip dari Tribun Timur, target Tim Mawar adalah memburu dan menangkapi aktivis radikal.

Tim ini adalah dalang dalam operasi penculikan para aktivis politik pro- demokrasi pada 1998.

Berita selengkapnya klik di sini

(Tribunlampung.co.id)