Ekspor Komoditas Lampung Turun, Impor Naik | Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Nilai ekspor komoditas andalan Provinsi Lampung ke beberapa negara tujuan pada April 2019 mengalami penurunan sebesar 10,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan nilai impor sejumlah komoditas luar negeri justru mengalami kenaikan sebesar 171,26 persen pada periode yang sama.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, nilai ekspor Lampung pada April 2019 mencapai 196,49 juta dolar Amerika Serikat (AS), mengalami penurunan sebesar 23,57 juta dolar AS atau turun 10,71 persen dibandingkan Maret 2019 yang tercatat 220,06 juta dolar AS.

“Sedangkan nilai ekspor April 2019 dibandingkan dengan April 2018 yang tercatat 253,23 juta dolar AS juga mengalami penurunan sebesar 56,74 juta dolar AS atau turun 22,41 persen,” kata Yeane Irmaningrum pada keterangan persnya, Rabu (15/5).

Ia mengatakan, lima golongan barang utama ekspor Lampung pada April 2019 yakni lemak dan minyak hewan/nabati, batu bara, kopi, teh, dan rempah-rempah, bubur kayu (pulp), dan olahan dari buah-buahan/sayuran. Penurunan ekspor pada April 2019 dibandingkan Maret 2019, terjadi pada lima golongan barang utama yakni batu bara turun 38,48 persen, bubur kayu (pulp) 31,23 persen, lemak dan minyak hewan/nabati 23,19 persen, olahan dari buah-buahan/sayuran turun 12,02 persen, dan kopi, teh, serta rempah-rempah juga turun 10,04 persen.

Negara tujuan ekspor Provinsi Lampung pada April 2019 di antaranya ke AS mencapai 40,18 juta dolar AS, Cina 24,79 juta dolar AS, Korea Selatan 18,11 juta dolar AS, India 12,33 juta dolar AS, dan Hongkong 10,11 juta dolar AS. “Peran kelima negara tujuan ekspor komoditas Lampung tersebut mencapai 53,70 persen,” kata Yeane.

Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung pada April 2019 mencapai 397,38 juta dolar AS atau mengalami peningkatn sebesar 250,89 juta dolar AS atau naik 171,26 persen dibandingkan Maret 2019 yang tercatat 146,50 juta dolar AS. “Nilai impor April 2019 tersebut lebih tinggi 169,59 juta dolar AS atau naik 74,45 persen jika dibandingkan April 2018 yang tercatat 227,80 juta dolar AS,” katanya.

Dari lima golongan barang impor utama pada April 2019, empat di antaranya mengalami peningkatan, yakni binatang hidup naik 51,88 persen, pupuk naik 48,42 persen, ampas/sisa industri makanan naik 47,75 persen, dan mesin- mesin/pesawat mekanik naik 38,07 persen. Adapun golongan barang impor utama yang mengalmi penurunan yakni gula dan kembang gula sebesar 4,51 persen.

BPS mencatat kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada April 2019 mencapai 17,22 persen. Di antaranya binatang hidup 4,71 persen, gula dan kembang gula 4,40 persen, ampas/sisa industri makanan 4,03 persen, pupuk 2,38 persen, dan mesin-mesin/pesawat mekanik 1,70 persen.