Ekspor Kendaraan CBU Ditargekan Tembus 400.000 Unit
Ekspor diharapkan terus meningkat hingga mencapai 1 juta unit pada 2025 sesuai dengan peta jalan (roadmap) industri otomotif.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor utuh kendaraan asal Indonesia mencapai 400.000 unit pada tahun ini. Ekspor diharapkan terus meningkat hingga mencapai 1 juta unit pada 2025 sesuai dengan peta jalan (roadmap) industri otomotif.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia telah mampu mengekspor tidak hanya komponen, melainkan juga kendaraan secara utuh (completely built up/CBU). Salah satu kunci keberhasilan produk asal Indonesia, katanya, ialah tingginya lokal konten sehingga daya saing menjadi lebih kuat.

“Tahun 2019 ditargetkan ekspor Indonesia sebesar 400.000 unit. Dalam roadmap disiapkan pada 2025, industri otomotif bisa ekspor dalam keadaan utuh sebesar 1 juta unit,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada acara Export Ceremony Wuling Motor, Together With Indonesia To The World di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019).

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat selama Januari-Juli 2019, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 169.390 unit, naik 23,1% dibandingkan periode yang sama 2018. Di luar Wuling yang mulai mengekspor Almaz pada bulan ini, pemain lain yang telah melakukan ekspor ialah Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Hyundai, Hino dan Honda.

Airlangga menjelaskan, Indonesia telah mengapalkan kendaraan ke lebih dari 80 negara dengan tujuan ekspor utama ialah Filipina, Arab Saudi, Jepang, Mexico, Vietnam, dan Thailand. Peluang ekspor juga terbuka ke Australia untuk kendaraan listrik karena telah memiliki perjanjian kerja sama AI-CEPA.

“Pemerintah berterima kasih kepada PT SGMW yang telah menjadi kan Indonesia sebagai basis di negara Asean,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini : Ekspor Mobil