Dua Anggota FMN Diduga Hilang Sudah Dipulangkan Polisi
## Dua Anggota FMN Diduga Hilang Sudah Dipulangkan Polisi

CNN Indonesia

Minggu, 18/08/2019 02:01

Pengepungan asrama mahasiswa Papua oleh kelompok ormas, Surabaya, 16 Agustus 2019. (CNN Indonesia/Farid Miftah)

Surabaya, CNN Indonesia -- Dua mahasiswa Surabaya yang dikabarkan hilang usai mengantar makanan ke asrama mahasiswa Papua pada Sabtu (17/8) dini hari, akhirnya dipulangkan dari Mapolrestabes Surabaya. Dua orang tersebut adalah Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Surabaya Arief dan satu orang lagi berinisial A. Keduanya dikabarkan telah hilang usai mengantarkan makanan untuk penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, yang pada Jumat (16/8), selama sehari semalam telah dikepung masyarakat serta ormas. Pemulangan keduanya pun dibenarkan langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Ia mengatakan dua mahasiswa itu menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya. Ia pun membantah bila dua mahasiswa tersebut hilang "Dua mahasiswa tersebut tidak hilang, tapi dimintai keterangan di Mapolrestabes Surabaya," kata Sandi, saat dikonfirmasi melalui pesan instan WhatsApp, Sabtu. Sandi menambahkan dua mahasiswa tersebut hanya dimintai keterangan perihal pengerusakan bendera Merah Putih yang diduga dilakukan oknum Mahasiswa Papua di Surabaya. Usai dimintai keterangan, Arief dan A pun telah dilepaskan kepolisian sejak Sabtu siang. "Tapi (dua mahasiswa itu) dimintai keterangan sehubungan dengan adanya bendera merah putih yang dirusak dan dibuang di selokan, depan Asrama Mahasiswa Papua, dan saat ini sudah dilepaskan," katanya. Kabar telah kembalinya dua mahasiswa itu pun dikonfirmasi perwakilan FMN, Anindya Sabrina. Ia menyebutkan keduanya telah dilepas dari Mapolrestabes Surabaya, Sabtu siang. Namun ia mengaku belum bisa menyampaikan bagaimana kondisi rekannya tersebut saat ini. "Anak-anak (Arief dan A) sudah bebas, kami segera beri keterangan, tapi tidak bisa sekarang," kata Anin yang juga Ketua Departemen Perempuan FMN Surabaya ini, kepada CNNIndonesia.com. Diberitakan sebelumnya, dua orang mahasiswa Surabaya, dikabarkan hilang sejak, Sabtu (17/8) dini hari tadi. Mereka adalah Arief Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Kota Surabaya, dan satu orang lain berinisial A. Hal itu diungkapkan Anin. Ia mengatakan dua kawannya tersebut mulanya hanya mengantarkan untuk para Mahasiswa Papua yang kelaparan, karena selama belasan jam lebih tertahan di dalam asrama dan tak bisa keluar akibat kepungan ormas. Namun usai makanan diterima penghuni asrama, dua mahasiswa Surabaya tersebut langsung diamankan pihak kepolisian ke arah mobil, yang berjaga di sekitar Jalan Kalasan Surabaya. Sementara itu, polisi juga mengamankan sebanyak 43 mahasiswa Papua Mapolrestabes Surabaya. Mereka diangkut paksa oleh aparat kepolisian, dari asrama yang mereka tempati. Proses penangkapan semuanya, pada Sabtu (17/8) sore diwarnai dengan aksi polisi yang melakukan pendobrakan paksa pintu gerbang asrama. Tak hanya aparat juga melontarkan puluhan kali tembakan gas air mata ke arah mahasiswa. Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Simarmata, menegaskan membawa puluhan mahasiswa tersebut adalah untuk kepentingan pemeriksaan terkait dugaan pengerusakan bendera yang dilakukan oknum mahasiswa. "Kami lakukan upaya penegakan hukum terhadap peristiwa terhadap lambang negara yaitu bendera Merah Putih yang ditemukan patah kemudian jatuh di got," kata Leo. 43 mahasiswa Papua tersebut hingga Sabtu malam diketahui masih berada di Mapolrestabes Surabaya. Mereka terdiri dari tiga orang perempuan dan 40 orang laki-laki. Leo berjanji, akan memperlakukan semua mahasiswa itu dengan baik. (frd/kid)