BPN Prabowo Sebut Vonis Ahmad Dhani Tidak Adil Karena Korban Persekusi
Jakarta

- Badan Pemenangan Nasional (BPN)

Prabowo-Sandiaga

menyebut vonis terhadap musisi

Ahmad Dhani

oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak adil. Apalagi kubu Prabowo-Sandi saat sedang menghadapi ujian masalah penegakkan hukum.

"Yang pasti sangat tidak tepat, tidak memenuhi rasa keadilan walaupun di satu sisi kami paham bahwa saat ini kami sedang mengalami tantangan dan ujian bertubi-tubi masalah penegakkan hukum," kata Wakil Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Hendarsam Marantoko kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

"Bahwa para aktivis dan tokoh pendukung kami satu per satu mulai dipretellin, itu dimulai dari Ahmad Dhani. Jadi dengan kasus Dhani kami prihatin dan menanggapi putusan tidak adil Dhani," lanjut dia.

Ahmad Dhani divonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hal ini berkaitan dengan video `idiot` Ahmad Dhani yang tersebar di media sosial. Vlog tersebut dibuat Dhani pada Agustus 2018 di Hotel Majapahit Surabaya.

Dalam vlog tersebut Dhani beberapa kali mengulang kata `idiot` yang diduga ditujukan kepada sejumlah orang yang mengadangnya di depan hotel. Ia kesal karena tidak bisa menghadiri deklarasi #2019gantipresiden di Tugu Pahlawan Surabaya.

Menurut dia, kata umpatan Ahmad Dhani karena dilatarbelakangi korban persekusi yang berada di Hotel Majapahit Surabaya pada Agustus 2018 lalu. Ahmad Dhani hanya membela dirinya terhadap massa yang mendemo menolaknya di Surabaya.

"Kami tahu persis ada umpatan Dhani masalah idiot yang ditujukan orang tidak jelas diluar demo dan persekusi Dhani. Ada dugaan tindak pidana dulu oleh orang lain, Dhani merespon itu. Kalau dianalogikan ada maling masuk rumah kita, terus kita pukul, nah kita yang lapor polisi tapi laporan yang diproses hukum laporan hukum dari maling. Nah kita kena pasal penganiayaan sedangkan yang maling tidak diapa-apain," jelasnya.

Diberitakan, Ahmad Dhani divonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk mencemarkan nama baik.

"Mengadili terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo terbukti secara sah bersalah, dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan dapat membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang menimbulkan penghinaan dan pencemaran nama baik. Dan Menjatuhkan pidana kepada Ahmad Dhani Prasetyo salama 1 tahun," kata Majelis Hakim, R Anton Widyopriono saat membacakan vonis di PN Jalan Arjuno Surabaya, Selasa (11/6).

Lihat video Prabowo Minta Pendukungnya Tak Perlu Datang ke MK:

[Gambas:Video 20detik]

(fai/rvk)