Berita Terkini Lampung, Kamis 11 April 2019. Bocah Tenggelam di Sungai Way Abung Belum Ditemukan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Beragam peristiwa terjadi sepanjang hari ini, Kamis 11 April 2019.

Beberapa di antaranya menjadi viral dan jadi berita populer di Lampung.

Apa saja berita Lampung terkini pada Kamis 11 April 2019, yang mungkin belum kamu tahu?

Berikut TribunLampung.co.id merangkum 3 berita Lampung terkini pada hari ini, Kamis 11 April 2019.

• Bocah Tenggelam di Sungai Way Abung Lampung Utara Belum Ditemukan

1. Bocah Tenggelam di Sungai Way Abung Lampung Utara Belum Ditemukan

Hingga kini, Zaki bocah berusia sembilan tahun yang hanyut di sungai Way Abung, Kelurahan Sindangsari, Kotabumi, Lampung Utara, belum ditemukan.

Petugas dari BPBD Lampung Utara masih melakukan pencarian Zaki.

"Masih belum ketemu, petugas dari BPBD Lampung Utara masih mencari Zaki," kata Kapolsek Kotabumi Utara, Iptu Rukmanizar, saat ditemui di lokasi, Kamis (11/4/2019).

Menurut pantauan, petugas dari BPBD Lampung Utara masih mencari menggunakan dua perahu karet.

Mereka menyusuri sungai, untuk menemukan tubuh bocah yang tenggelam.

Diketahui, Zaki tenggelam saat mandi bersama tiga temannya, sekitar pukul 14.30, Rabu 10 April 2019.

Ia diduga terbawa arus sungai yang deras ketika sedang mandi.

Kapolsek Kotabumi Utara Iptu Rukmanizar mengatakan Sungai Way Abung sedang deras-derasnya ketika Zaki Bintang, sang bocah, mandi bersama tiga temannya.

Setelah mendapat laporan, pihaknya bersama BPBD dan warga menelusuri dengan lima perahu, tetapi belum ditemukan hingga jelang magrib.

Bocah berusia 9 tahun tersebut bertempat tinggal di Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi Kota, Lampung Utara.

Banyak anak-anak berkeinginan mandi di sungai tersebut di siang atau menjelang sore hari.

Kepala BPBD Lampung Utara Karim mengatakan, selain membawa 2 perahu karet, pihaknya mengarahkan 40 hingga 45 personel untuk mencari anak tersebut.

Berita selengkapnya baca di sini.

• Sempat Menghilang, Saksi Kunci Kasus Kematian Yogi Andika Ikut Rekonstruksi

2. Sempat Menghilang, Saksi Kunci Kasus Kematian Yogi Andika Ikut Rekonstruksi

Untuk penuhi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU), Polda Lampung lakukan rekonstruksi ulang penganiayaan eks sopir bupati Lampung Utara, Yogi Andika, dengan menghadirkan saksi yang sempat hilang.

Rekonstruksi penganiayaan yang berujung meninggalnya korban Yogi Andika dilakukan di Jalan Jati Baru, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Kamis 11 April 2019, sekitar pukul 10.30 wib.

Pantauan Tribunlampung.co.id, dalam reka adegan kali ini dilakukan oleh lima pemeran dan disaksikan langsung oleh tersangka Moulan Irwansyah Putra alias Bowo.

Adapun peran pengganti yakni Andri Wibowo, Mr. X, Bowo, dan Yogi.

Sementara saksi Arnold Wibowo yang sempat menghilang diperankan langsung oleh yang bersangkutan.

Dalam reka ulang ini lima pemeran melakukan 54 adegan dimulai dari kedatangan korban Yogi Andika datang bersama saksi Arnold ke rumah Arnold di Jalan Jati Baru, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat.

Korban Yogi sampai di rumah sudah disambut oleh Andri Wibowo, Mr. X, dan Bowo.

Di dalam rumah, Yogi dihajar membabi buta hingga mukanya berlumur darah.


Selang beberapa lama, Andri Wibowo, Mr. X, dan Bowo membawa korban Yogi untuk masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan Bakso Sony Jalan Wolter Monginsidi.

Wadir Krimum Polda Lampung, AKBP Adrian Indra Nurinta menuturkan reka adegan ini merupakan mekanisme penyidikan dalam rangka memenuhi petunjuk dari JPU.

Untu berita lengkapnya bisa baca di sini.

• 2 Remaja dari Bengkulu Rela Tinggalkan Ujian Sekolah Demi Ikut Seleksi Perseru Badak Lampung FC U-16

3. 2 Remaja dari Bengkulu Rela Tinggalkan Ujian Sekolah Demi Ikut Seleksi Perseru Badak Lampung FC U-16

Seleksi pemain under 16 tahun (U-16) yang digelar manajemen Perseru Badak Lampung FC, ternyata menarik minat banyak pemain muda.

Peserta seleksi Perseru Badak Lampung Lampung U-16 tidak hanya dari Lampung, ada juga yang datang dari luar Lampung.

Muhammad Bahari (15) dan Habib (15) adalah dua orang peserta seleksi yang datang dari Kota Bengkulu.

"Tadi (Rabu 10/4) malam sampai di sini (Lampung). Berangkat kemarin pagi. Kami naik travel ke sini," kata Habib saat memulai obrolan dengan Tribunlampung.co.id di lokasi seleksi, Lapangan Margodadi, Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis 11 April 2019.

Kedua pemain muda tersebut bahkan rela untuk meninggalkan ujian sekolah hanya untuk mengejar impiannya menjadi pemain profesional.

"Motivasinya ya jadi pemain profesional. Kami sudah izin dengan orangtua dan sekolah. Alhamdulillah diizinkan. Nanti ujian sekolah ikut yang susulan," kata Habib yang diamini Bahari.

Baik Habib maupun Bahari sama-sama optimis bisa lolos seleksi pemain U16 Perseru Badak Lampung FC.

Terlebih, Bahari dan Habib sudah pernah merasakan seleksi sebelumnya. Bahkan, saat ini Bahari tinggal menunggu pemusatan latihan dilakukan.

"Kami kemarin ikut seleksi Timnas U16 yang akan diberangkatkan ke Portugal. Alhamdulillah saya lolos. Nanti pemusatan latihan mulai 9 Juni dan berangkat ke Portugal 25 Juni," cerita Bahari.

Manajemen Perseru Badak Lampung FC hari ini, Kamis 11 April 2019, memulai seleksi untuk kategori under 16 tahun (U-16).

Seleksi U-16 Perseru Badak Lampung FC berlangsung di Lapangan Margodadi, Jati Agung, Lampung Selatan, mulai pukul 08.00 WIB.

Saat ini panitia seleksi sedang mendata para peserta yang akan mengikuti seleksi.

Salah seorang panitia seleksi, Umi, mengatakan, seleksi akan dipimpin langsung oleh Direktur Teknik dan Strategi Perseru Badak Lampung FC Jaino Matos.

"Ini masih registrasi peserta sekalian menunggu tim pelatih datang. Rencananya seleksi mulai pukul 14.00 WIB," kata Umi saat ditemui di Lapangan Margodadi, Kamis 11 April 2019.

Berita selengkapnya baca di sini.

(tribunlampung.co.id/teguh prasetyo)