Beredar di Media Sosial, Gambar Rekayasa Lalu Lintas Underpass Unila
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Proyek pekerjaan terowongan atau underpass di depan Universitas Lampung (Underpass Unila) nyaris rampung 100 persen.

Bahkan sejak Selasa (1/1/2019) malam, sudah ada satu dua kendaraan yang melintasi jalur underpass

Belum ada penjelasan secara resmi dari pemerintah bagaimana rekayasa lalu lintas di Underpass Unila.

Saat ini sudah beredar gambar rekayasa lalu lintas Underpass Unila. Gambar beredar melalui media sosial (medsos), dan menyebar melalui WhatsApp.

• Berlaku Mulai Hari Ini, Catat Daftar Harga BBM yang Turun Termasuk Pertalite

Salah satunya yang didapat Tribunlampung.co.id, Sabtu (5/1/2019), di salah satu grup WA Jamaah Masjid Al Iman.

Saat ini, kalaupun telah dibuka semua, pengendara yang melalui underpass Unila harus mengikuti rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.

Underpass Unila yang berada di Jalan ZA Pagar Alam telah dibuka untuk satu jalur, yakni dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandar Lampung, Iwan Gunawan mengatakan, pembangunan underpass Unila sudah memasuki tahap akhir.

Ia pun memastikan pengerjaan tahap akhir terus dikebut.

Para pekerja, jelas dia, sedang merapikan, khususnya material sisa pembangunan.

"Pengerjaan underpass hampir selesai. Sekarang tinggal perapian," katanya saat ditemui di lokasi proyek underpass, Rabu (2/1/2019) siang.

"Pak Wali Kota (Herman HN) tadi minta persimpangan (menuju Unila) dimodifikasi supaya lebih efisien untuk dilalui kendaraan," katanya menambahkan.

Di tengah pengerjaan tahap akhir, Iwan menjelaskan, ada pengendara yang sudah mulai melintasi underpass.

Namun, sambung dia, underpass baru bisa dilewati satu jalur, dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa dan Natar, Lampung Selatan.

Adapun, rute underpass Unila lain yang sudah bisa dilalui, yakni dari Tanjungkarang menuju kampus Unila.

Pengendara yang menuju Unila melalui jalur lama, yaitu di atas underpass.

Sementara, rute underpass Unila untuk pengendara dari kampus Unila yang hendak ke Rajabasa, mengalami perubahan.

"Pengendara dari Unila mau ke arah Rajabasa atau Ramayana Robinson atau Branti (Natar), harus memutar dulu di depan diler (sepeda motor) Kawasaki," ujarnya.

• Gunung Anak Krakatau Kembali Semburkan Lava Pijar, Gempa Embusan Tercatat 9 Kali

Rute tersebut berbeda dari sebelumnya, di mana pengendara bisa langsung berbelok ke kanan dari lampu lalu lintas yang ada di simpang tiga Unila.

Pantauan Tribunlampung.co.id pada Selasa (1/1/2019) malam dan Rabu (2/1/2019) siang, pengendara khususnya roda empat sudah mulai melewati underpass dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa.

Sementara, jalur masuk underpass dari arah Rajabasa masih ditutup pagar seng, sehingga belum ada pengendara yang melintas.

Seorang mahasiswa Unila, Dwi berharap pengerjaan tahap akhir underpass segera rampung. Sehingga, underpass bisa berfungsi 100 persen.

"Maunya, underpass segera bisa digunakan supaya nggak macet lagi di persimpangan Unila," kata Dwi.

"Itu kan termasuk jalur utama, baik dari arah Rajabasa ke Tanjungkarang maupun sebaliknya," kata Dwi menambahkan.

Seorang pengendara, Ardi mengutarakan hal senada. Ia berharap underpass segera berfungsi 100 persen. "Maunya, sudah bisa digunakan supaya nggak macet lagi di situ. Selama ini harus bermacet-macetan. Apalagi kalau momennya lagi weekend (akhir pekan), panjang macetnya," tutur Ardi.

Cat Belokan Unila

Satu di antara beberapa pengerjaan tahap akhir underpass adalah pengecatan pembatas jalan di belokan menuju kampus Unila.


Pekerja mengecat pembatas jalan di belokan tersebut dengan warna kombinasi hitam putih.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Bandar Lampung, Suhardi Syamsi mengungkapkan, pengecatan pembatas jalan di belokan ke Unila dengan warna hitam putih itu sesuai instruksi Wali Kota Herman HN.

"Pengerjaan sekarang tinggal hal-hal kecil. Salah satunya, pengecatan pembatas jalan untuk pengkolan ke arah Unila. Pak Wali Kota minta dicat hitam putih, seperti warna cat samping trotoar," katanya, Rabu.

• 4 Kasus Polisi Gadungan yang Ternyata Napi di Lampung, Polwan Makassar Brigpol DS Ikut Jadi Korban

Suhardi memastikan pekerjaan utama underpass persimpangan Unila sudah selesai sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Jadi, sekarang tinggal tambahan-tambahan saja. Bukan pekerjaan pokok yang ada dalam RAB," ujarnya.

Target Peresmian

Acara peresmian underpass Unila mundur dari jadwal semula, yaitu pada malam pergantian tahun 2019.

Kini, Pemkot Bandar Lampung menjadwalkan peresmian underpass tersebut antara 19 Januari 2019 atau 20 Januari 2019.

Suhardi Syamsi membenarkan bahwa peresmian underpass Unila semula dijadwalkan pada malam tahun baru.

Namun, rencana itu batal dengan dua alasan. Alasan pertama, karena adanya peristiwa tsunami di Lampung Selatan.

"Karena saudara-saudara di Lampung Selatan tertimpa bencana (tsunami), maka kurang tepat dilaksanakan (sesuai jadwal tersebut).

• Andi Arief Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk, Ternyata Rumahnya Sudah Dijual Sejak 2013

Lebih dekat dengan Tribunlampung, subscribe channel video YouTube di bawah ini:

VIDEO

Apalagi kalau ada acara musik-musiknya. Makanya, Pak Wali Kota membuat acara khusus, yaitu istigasah, untuk mendoakan para korban bencana, baik di Lamsel maupun di Banten," ujarnya, Rabu (2/1/2019).

Alasan kedua, ungkap Suhardi, karena pengerjaan underpass belum rampung 100 persen.

Wali Kota Herman HN, jelas Suhardi, ingin underpass diresmikan setelah benar- benar selesai 100 persen.

"Jangan sampai sudah diresmikan, masih ada yang ditutup-tutup karena belum selesai. Pak Wali Kota ingin semua sudah selesai. Sehingga ketika sudah diresmikan, benar-benar 100 persen bisa digunakan masyarakat," kata Suhardi.

"Sesuai pernyataan Pak Wali Kota, peresmian akan dilaksanakan sekitar 19 atau 20 Januari," tandasnya. (bayu/eka/rdi)