Begal Bawa Pistol Nekat Naik ke Atas Mobil di Lampung Tengah, Siang Bolong Rampas Puluhan Juta
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Aksi nekat begal yang naik ke atas mobil korban terjadi di Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Korban diketahui bernama Muhammad Fery (26) dan Edi Wijaya (40).

Keduanya merupakan warga Kelurahan Kanten, Kecamatan Banyu Asin, Palembang.

Aksi nekat begal naik ke atas mobil korban di Lampung Tengah itu terjadi pada Jumat (14/6/2019) lalu.

Kejadian begal naik ke atas mobil korban terjadi di kawasan Terminal Betan Subing, Terbanggi Besar, Lampung Tengah pada pukul 12.00 WIB.

Saat itu, korban mengendarai mobil truk jenis boks.

Mobil melaju dari arah Bandar Lampung menuju Palembang.

Sesampai di Terbanggi Besar, korban melintasi jalur Terminal Betan Subing.

• Komplotan Begal Asal Lampung Beraksi di Bekasi dan Jaktim, Pimpinannya Tewas Ditembak

Rute itu dipilih karena korban takut terjebak kepadatan di ruas Simpang Terbanggi Besar.

Korban mengendarai kendaraan dengan laju sedang.

Satu unit sepeda motor tiba-tiba menyalip dari arah belakang.

Motor ditumpangi dua orang.

Kedua begal itu terus memepet mobil korban.

Hal itu dilakukan pelaku sambil mengarahkan pistol dan golok ke arah korban.

"Karena panik, lalu mobil kami berhentikan," kata Muhammad Fery, Minggu (16/6/2019).

"Kemudian, dua orang itu naik ke atas mobil sambil terus menodongkan pistol dan golok ke arah kami."

"Pelaku langsung minta uang kalau tidak akan ditembak," kata M Fery melanjutkan.

Seorang pelaku lalu mengambil paksa tas warna merah milik korban.

• Minta Uang Rp 1,5 Juta untuk Bayar Utang, Begal Marah Cuma Diberi Uang Rp 50 Ribu oleh Korban

Tas tersebut sebelumnya disimpan di dalam laci dashboard mobil.

"Dia tarik tas saya, lalu mengambil seluruh isinya (uang), total Rp 14 juta."

"Mereka masih terus memaksa nanya masih ada atau tidak uang, lalu saya bilang tidak ada lagi," kata Fery.

Korban lain, Edi Wijaya mengungkapkan, selain uang, para pelaku mengambil 4 unit ponsel korban, yakni Samsung Note 8, Samsung Galaxi 5 Duos, Xiaomi 5+, dan satu tablet.

"Mereka (kedua pelaku) juga merampas nota barang hasil penjualan kami."

"Kalau ditotal, kerugian yang kami alami kira-kira Rp 28 juta," kata Edi.

Setelah beraksi, kedua pelaku melarikan diri ke arah Terbanggi Besar.

Mendapat laporan korban, Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Tengah melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Polisi pun melakukan pengejaran.


Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Yuda Wiranegara menjelaskan, satu dari dua pelaku telah berhasil ditangkap pada Sabtu (15/6/2019).

• Driver Ojek Online Dedi Suherman Kaget Lehernya Dikalungi Pisau, Ternyata Penumpangnya Begal Sadis

Tersangka bernama Komarudin (25).

Ia merupakan warga Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar.

"Kami amankan pelaku Komarudin di kawasan Terbanggi Besar, (Sabtu) sekitar pukul 02.30 WIB," terang Yuda Wiranegara.

Polisi melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka.

Hal itu karena tersangka mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Yuda menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, Komarudin merupakan residivis sejumlah kasus pembegalan di kawasan Terbanggi Besar.

Pihaknya mengamankan barang bukti sehelai kaus yang digunakan tersangka saat beraksi.

Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Komarudin mengatakan, saat melakukan pembegalan, ia bertugas sebagai pengendara motor.

Sementara, senjata api digunakan oleh rekannya, yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Setidaknya, tersangka sudah lebih dua kali melakukan aksi kejahatan di wilayah hukum Terbanggi Besar.

"Saya ikut naik (ke truk) dan membawa senjata tajam."

"Kalau senpi, kawan saya (buron) yang bawa."

"Semua hasil kejahatan masih sama dia, rencananya mau dibagi dua," terang tersangka.

Komarudin mengatakan, komplotannya mengincar kendaraan roda empat (truk) dan sepeda motor sebagai sasarannya.

Tersangka mengaku beraksi mulai dari Bandar Jaya, Yukum Jaya, Poncowati, hingga Terbanggi Besar dan Terminal Betan Subing.

Beraksi di Jakarta, Begal Asal Lampung Ditembak

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya meringkus kelompok pelaku pencurian kendaraan bermotor asal Lampung yang biasa beraksi di Bekasi dan Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kompolotan tersebut ditangkap di Lampung setelah polisi melakukan penyelidikan selama satu tahun terakhir.

"Setelah dengan perjuangan untuk mencari pelaku akhirnya penyidik menemukan bahwa pelaku teridentifikasi ada di Lampung Timur.

Tentunya dengan satu tim berangkat ke Lampung berbekal informasi akhirnya penyidik sampai ke Lampung," kata Argo dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Sabtu (15/6/2019).

Argo menuturkan, anggota komplotan yang pertama ditangkap ialah Junaedi (30 tahun) pada Rabu (12/6/2019) lalu.

Berbekal informasi dari Junaedi, polisi menangkap anggota lainnya yaitu Hengky, pada Kamis (13/6/2019).

Setelah meringkus dua anggota komplotan, polisi pun menangkap pimpinan komplotan yang bernama Agus.

Namun, Agus tiba di Jakarta dalam kondisi tak bernyawa akibat tewas didor polisi setelah mencoba melawan petugas.

"Anggota kan bawa senpi, ya, itu tidak mau terancam jiwanya pada saat kita bawa untuk mencari DPO kita lakukan tindakan tegas terukur," kata Argo.

• Mengaku Polisi, Komplotan Begal Bawa Kabur Mobil dan Sandera 2 Orang di Lampung, 2 Pelaku Tertangkap

Argo mengatakan, polisi kini masih mencari dua orang anggota komplotan lainnya yang berstatus buron yaitu Ujang dan John.


Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain telepon genggam, senjata tajam, serta satu pucuk senjata api rakitan.

Para tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 363 KUHP, Pasal 365 KUHP, dan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (tribunlampung.co.id/syamsir alam)