Arinal-Nunik Dilantik Presiden RI Hari Ini, Begini Harapan Para Rektor di Lampung
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Presiden Joko Widodo akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih periode 2019-2024, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik), di Istana Negara, hari ini, Rabu (12/6/2019).

Serangkaian acara pun telah disiapkan bagi gubernur-wakil gubernur Lampung mulai hari ini hingga Kamis (13/6/2019).

Plt Karo Humas dan Protokol Pemprov Lampung Heriyansyah menjelaskan, agenda pelantikan gubernur-wakil gubernur Lampung akan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga sore hari.

Arinal-Nunik akan berangkat dari Hotel Borobudur Jakarta menuju Istana Negara pukul 08.30 WIB.

Selanjutnya pada pukul 09.20 WIB menuju Istana Merdeka menggunakan mobil golf.

Tiba di Istana Merdeka disambut oleh Kepala Biro Protokol Setpres selanjutnya menuju ruang tunggu utama.

Saat memasuki Istana Merdeka, mereka akan melewati jajar Kehormatan Paspampres.

Saat tiba di ruang tunggu utama akan disambut oleh Kepala Sekretariat Presiden.

Pada pukul 09.45 WIB, Arinal-Nunik akan tiba di Ruang Kredensial.

Keduanya akan diperkenalkan kepada Presiden RI oleh kepala Biro Protokol, selanjutnya penyerahan petikan SK Presiden oleh Presiden RI kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih PDUB Istana Negara.

Setelahnya, gubernur-wakil gubernur bersama presiden dan wakil presiden menuju Istana Negara dengan berjalan kaki.

"Saat menuju Istana Negara, akan diawali dengan Prosesi Kirab oleh Pasukan Kehormatan Paspampres. Presiden RI dan Wakil Presiden RI menuju ruang tunggu utama. Sementara itu, Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla sudah menunggu di sana," jelas Heri.

Pelantikan akan berlangsung pukul 10.00 WIB.

Usai pelantikan gubernur-wakil gubernur dilanjutkan dengan pelantikan Ibu Gubernur sebagai Ketua Dekranasda.

Acara dilanjutkan dengan istirahat dan makan bersama di Istana Negara.

"Baru pada pukul 13.00 WIB, gubernur dan wakil gubernur Lampung bersama rombongan menuju gedung KPK," bebernya.

Prosesi Adat

Gubernur dan wakil gubernur Lampung baru kembali ke Bumi Ruwai Jurai pada hari Kamis (13/6/2019).

Saat tiba di Lampung, keduanya akan disambut sejak turun dari pesawat di Bandara Radin Inten II hingga ke rumah dinas jabatan Gubernur Lampung, Mahan Agung.

"Keduanya akan disambut dengan prosesi adat Lampung. Kita bekerjasama dengan Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL)," kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Irwan Sihar Marpaung, kemarin.

Saat di rumah dinas Mahan Agung penyambutan secara adat dengan diiringi Tabuhan Talo Balak dan Pepancur/pantun.

Di Mahan Agung juga akan digelar berbagai acara seperti, silaturahmi dengan anak yatim piatu dan ramah tamah dengan masyarakat.

"Kurang lebih 100 anak yatim yang akan didatangkan. Untuk kegiatan ramah tamah, masyarakat umum juga dipersilakan hadir. Karena ini gubernur dan wakil gubernur kita semua, gubernur dan wakil gubernur masyarakat Lampung," katanya.

Sedangkan untuk di Kantor Gubernur Lampung juga telah terencana berbagai acara.

"Ada serah terima jabatan gubernur setelah itu ada acara halalbihalal dan juga ada pelantikan Ketua PKK Provinsi Lampung oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Itu sudah tersusun sehingga semua terlaksana dengan baik," katanya.

Harapan Akademisi

Sejumlah pelaku pendidikan di Provinsi Lampung menyematkan harapannya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal-Nunik.

Harapan ini diantaranya diungkapkan tiga rektor yakni Prof Hasriadi Mat selaku Rektor Unila, M Firmansyah selaku Rektor IIB Darmajaya, dan M Yusuf Sulfarano Barusan selaku rektor UBL.

Prof Hasriadi Mat Akin mengharapkan, di masa kepemimpinan Arinal-Nunik, Lampung bisa menjadi destinasi pendidikan.


Artinya, warga dari seluruh nusantara memilih Lampung sebagai tempat menimba ilmunya.

Menurutnya, dengan pendidikan yang baik, maka perekonomian juga akan baik sehingga kesejahteraan masyarakat dan mutu pendidikan juga meningkat.

"Lampung merupakan pintu gerbang Sumatera, sudah menjadi kewajiban percepatan pembangunan terus dilakukan. Peluang itu harus dimafaatkan dan Lampung menjadi tujuan destinasi pendidikan," jelasnya, kemarin.

Ketua Dewan Riset ini juga mengatakan bahwa program kerja dan kebijakan yang akan diimplementasikan gubernur baru hendaknya didasari oleh kajian.

Gubernur-wakil gubernur bisa melibatkan para ahli yang berasal dari akademisi kampus sehingga program yang akan diberikan kepada masyarakat tidak terjadi trial and error.

Rektor IIB Darmajaya M Firmansyah juga mengatakan hal senada.

Ia mengharapkan, Lampung menjadi destinasi pendidikan.

"Semua harus bergandengan tangan menjadikan Lampung sebagai tempat pencarian ilmu bagi masyarakat secara luas," katanya.

Menurut Firmansyah, di Lampung ada 73 kampus swasta dengan 85 ribu mahasiswa.

Sebanyak lima persen mahasiswanya berasal dari luar daerah. Pengembangan SDM juga harus menjadi prioritas.

Apalagi, terus Firmansyah, komitmen gubernur akan menjadikan akademisi ini sebagai mitra tenaga ahli.

"Langkah yang baik menjadikan kampus bukan saja sebagai menara gading, tapi bisa memberikan kontribusi dan potensinya. Apalagi banyak profesor hingga guru besar, baik dari pertanian, teknologi dan lainnya," ungkapnya.

Rektor UBL M Yusuf Sulfarano Barusman mengharapkan, dunia pendidikan menjadi perhatian gubernur-wakil gubernur Lampung.

"Kalau untuk bidang pendidikan diantaranya meningkatkan indeks pendidikan Lampung yang masih sangat rendah dengan rata-rata 7,6," katanya.

Selain itu membenahi ketimpangan partisipasi pendidikan antar kota dan kabupaten.

Saat ini hanya Bandar Lampung, Metro dan Pringsewu, yang partisipasi pendidikannya tinggi.

Kabupaten lainnya, masih jauh di bawah kualitasnya.

"Jadi harus ada perhatian dan perlakuan yang sama (equal) antar sekolah negeri dan swasta termasuk kampus negeri dan swasta. Dalam hal alokasi beasiswa, peningkatan SDM hingga infrastruktur dibidang pendidikan juga harus diperhatikan," katanya.

Harapan Ketua MUI

Ketua MUI Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid juga menyampaikan harapannya kepada gubernur-wakil gubernur Lampung Arinal-Nunik.

Ia berharap, kondusifitas kerukunan beragama tercipta dengan baik.

"Memang ada titik krusial yang mungkin bisa terjadi konflik, misalkan soal pendirian rumah ibadah. Itu area dianggap krusial yang dapat memicu konflik. Kemudian, soal penyiaran agama, itu area sangat mudah tercipta intoleran. Oleh karena itu pengalaman Lampung sebagai model yang tercipta dengan baik, mudah- mudahan bisa menjaga kondusifitasnya," jelasnya.

Selain itu ia juga berpesan, perlunya usaha serius untuk menangkap paham-paham radikal agar tidak berkembang di Lampung. Sehingga, kehidupan beragama berjalan dengan damai.

(Tribunlampung.co.id)