50 Persen Pengguna Internet `Pede` Soal Keamanan Siber
## 50 Persen Pengguna Internet `Pede` Soal Keamanan Siber

Tim, CNN Indonesia

Kamis, 11/07/2019 06:50

Ilustrasi. (Istockphoto/M-A-U)

Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei ESET menunjukkan 50 persen masyarakat Indonesia merasa sangat percaya diri dengan pengetahuan terkait keamanan siber. Persentase ini meningkat hampir 100 persen dibandingkan survei pada 2016. Pada 2016, tingkat kepercayaan diri terhadap pengetahuan keamanan siber Indonesia hanya 25,1 persen. Dari riset 7 negara APAC yang dijadikan responden, Indonesia menduduki peringkat kedua terbawah setelah India yang menempati posisi paling buncit. IT Security Consultant PT Prosperita ESET Indonesia, Yudhi Kukuh menyambut baik peningkatan kepercayaan diri masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, Yudhi mengatakan seluruh pemangku kebijakan belum bisa puas diri. Pasalnya edukasi harus tetap digalakkan karena masih ada 50 persen yang belum percaya diri dengan pengetahuan keamanan siber. "Peningkatan ini menunjukkan bahwa upaya keras semua pemangku kebijakan untuk menumbuhkan kesadaran keamanan pada pengguna internet di Indonesia berdampak positif. Insiden keamanan siber di Indonesia dalam rentang waktu 2016-2019 juga memiliki andil," kata Yudhi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (10/7). Berdasarkan survei, pentingnya kesadaran keamanan siber sudah merasuk kepada para pengguna internet di Indonesia. Hal tersebut tercermin dari 57 persen responden secara pribadi telah membaca tentang keamanan siber. Angka 57 persen tersebut juga menyarankan minat dan inisiatif untuk memahami lanskap ancaman siber yang dapat memainkan peran penting dalam membantu melindungi diri mereka sendiri. Komunitas di antara teman dan keluarga juga berbagi pengetahuan (23 persen) dari setiap aspek keamanan siber. Akan tetapi, hanya 12 persen yang menerima pendidikan formal. Bagi vendor keamanan siber dan pemerintah, angka 12 persen menghadirkan kesempatan untuk mengedukasi publik tentang keamanan siber. Bahkan, 90 persen responden mau menerima lebih banyak informasi tentang keamanan siber. Angka ini lebih besar dari survei seluruh Asia Pasifik secara keseluruhan dengan angka 78 persen. "Angka 90 persen menunjukkan besarnya kemauan masyarakat untuk ingin belajar lebih banyak dan selalu update tentang lanskap keamanan siber dan tindakan pencegahan apa yang dapat diambil," kata Yudhi. Survei dilakukan terhadap dua ribu responden asal Indonesia. Jumlah responden yang ikut dalam survei berjumlah 14 ribu responden yang tersebar di tujuh negara Asia Pasifik, yaitu Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. [Gambas:Video CNN] (jnp/age)